Kuasa Hukum Ahok Hadirkan Saksi dari PBNU, GNPF MUI: Wajar-wajar Saja Tim advokasi GNPF MUI. (MP/John Abimanyu)

Sidang ke-15 kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan kembali digelar di Auditorum Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan hari Selasa (21/3) ini. Tim kuasa hukum terdakwa rencananya akan menghadirkan tiga saksi, di antaranya saksi ahli agama dari PBNU.

Salah seorang saksi yang akan dihadirkan di persidangan kasus penodaan agama adalah Rais Syuriah PBNU KH Ahmad Ishomuddin.

Menanggapi hal itu, Kuasa Hukum Gerakan Nasional Penjaga Fatwa MUI (GNPF MUI) Kapitra Ampera mengatakan, hal tersebut masih wajar-wajar saja. Sebab secara hukum, saksi meringankan (A De Charge) dibolehkan.

"Saksi meringankan (A de Charge), jadi orang salah dicarikan pembenaran agar tidak salah, itu dibolehkan," ujar Kapitra Ampera kepada merahputih.com, Senin (20/3).

Meski menghadirkan saksi ahli meringankan dari kalangan kiai NU, Kapitra Ampera menilai, itu tidak akan berpengaruh, sebab keterangan saksi ahli bersifat subjektif.

"Jadi kalau ada oknum yang berbeda pendapat wajar saja. Apalagi dia berada di wilayah yang meringankan. Mencari sesuatu yg tidak benar menjadi benar, boleh saja, tidak ada pengaruhnya itu," pungkasnya. (Fdi)



Luhung Sapto

YOU MAY ALSO LIKE