Krisis Rusia Picu Rupiah Terpuruk
MerahPutih Keuangan – Pemerintah akan segera berkoodrinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK). Hal tersebut dipicu dengan terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.
“Kita akan terus berkoordinasi. Siang ini kita ketemu,” kata Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, di kantornya, Jakarta, Selasa (16/12).
Lebih lanjut Bambang menjelaskan terpuruknya nilai tukar rupiah dipicu dari krisis ekonomi yang terjadi di Rusia. Imbas dari krisis tersebut menjalar ke berbagai negara di belahan dunia, termasuk di Indonesia.
“Negara-negara berkembang terkena imbasnya. Itu yang sekarang harus kita antisipasi,” tambah Bambang yang juga akademisi asal Universitas Indonesia.
Sekedar informasi Menurut kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), hari ini rupiah ditetapkan Rp 12.900 per dolar AS.
Bagikan
Adinda Nurrizki
Berita Terkait
Menteri Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi Capai 6 Persen di 2026, Ini Yang Bakal Dilakukan
BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,39 Persen di Kuartal IV 2025, Konsumsi Rumah Tangga Dominan
Ekonomi Masih Tertekan, Menteri Purbaya Tidak Akan Cabut Aturan Insentif Pajak
Sepanjang 2025 Ekonomi Tumbuh 5,11 Persen, Jawa Masih Mendominasi
Jeffrey Hendrik Ditunjuk sebagai Dirut BEI Gantikan Iman Rachman, Stabilitas Pasar Jadi Prioritas
Danantara Genjot Reformasi Pasar Modal: Demutualisasi BEI dan Free Float 15 Persen
Kerja Sama Kemaritiman Indonesia–Inggris Buka 600 Ribu Lapangan Kerja, DPR: Siapkan Pekerja yang Terampil
Pidato Presiden Prabowo di WEF 2026: Indonesia Tegas Pilih Perdamaian daripada Kekacauan
Di Davos, Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia sebagai Titik Terang Ekonomi Global
Di World Economic Forum, Prabowo Pede Dengan Kondisi Ekonomi Indonesia