Klinik Kopi, Berawal dari Travelling hingga Bikin Kedai  Berjargon "Jangan ada gula di antara kita". Pepeng pendiri Klinik Kopi (Foto: Fredy WP)

MerahPutih Kuliner - Klinik Kopi salah satu lokasi ngopi favorit di Yogyakarta dan merupakan tempat ngopi yang paling banyak diburu. Tak hanya mahasiswa atau warga di Yogyakarta, melainkan juga wisatawan dari berbagai daerah.

Di balik itu, keberhasilan berdirinya Klinik Kopi ada nama seorang pria berusia 35 tahun, Pepeng. Musababnya ia membuka Klinik Kopi karena terhenyak seorang turis mancanegara yang tertarik dengan salah satu kopi khas nusantara, kopi Toraja.

Dari situ, selanjutnya ia mencari tahu segala hal ihwal kopi nusantara. Lalu, tahun 2009, ia mulai membekali diri bagaimana mengolah kopi, meracik kopi, hingga menikmati sensasi keaslian kopi, serta mulai membeli peralatan.

"Awalnya traveling dulu. Ketemu-ketemu penghasil kopi. Rata-rata ketemunya penghasil kopi yang nggak terkenal. Kan ada cerita buat di sini," kata Pepeng saat ditemui merahputih.com, Senin (2/5), di Klinik Kopi, Jalan Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta.

Pepeng melakukan perjalanan wisata, tak ubahnya wisatawan berburu kuliner. Dari satu tempat ke tempat lain. Mulai dari Sumatera hingga Papua. Dari sana pula ia memiliki jaringan penghasil kopi.

Klinik Kopi pun berdiri, tahun 2013. Satu konsep utama kliniknya, pengunjung mendapat cerita hal ihwal kopi. Sebagian besar cerita itu dari pengalaman Pepeng saat traveling.

Sementara kekhasan Klinik Kopi dari segi cita rasanya, Pepeng sengaja tidak membuat gula. Ini untuk semua racikan kopinya. Tak heran di salah satu sudut ruangan Klinik Kopi terdapat tulisan "Jangan ada gula di antara kita".

Kopi-kopi yang ditawarkan di Klinik Kopi merupakan kopi khas nusantara. Mulai dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jawa Barat, Flores, hingga Papua. Namun, semua kopi di sini hanyalah kopi jenis Arabica.

"Coba menawarkan ke pengunjung. Yuk kenali petaninya dan kenali kopinya. Kalau begitu, kan kita bisa menghargai kopi di tanah air sendiri," papar Pepeng.

Pepeng bukan nama sebenarnya. Nama lahirnya ialah Firmansyah. Ia lulusan Universitas Nurtanio Bandung. Setelah lulus kuliah, ia sempat bekerja sebagai pegawai kantoran, sebelum memilih berbisnis kopi dengan Klinik Kopinya. (Fre)

BACA JUGA:

  1. Rasakan Manisnya Kopi tanpa Gula di Klinik Kopi
  2. Menu Andalan Kedai Kopi Ngopiyo! Pamulang
  3. Kedai Kopi Ngopiyo! di Tangerang Selatan
  4. Kedai Kopi Ngopiyo! Tempat Ngopi Favorit di Pamulang
  5. Pengusaha Muda Bong Candra Pendiri Bong Kopitown

 



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH