Kisah Idris, Si Manusia Patung di Kota Tua

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 13 Februari 2015
Kisah Idris, Si Manusia Patung di Kota Tua

Foto: Arie Majorca

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional- Banyak Profesi pekerjaan yang bisa dipilih, tapi menjadi seorang Manusia Patung adalah pilihan yang sangat langka. Pasti ada alasan tersendiri bagi mereka yang memilih menjadi manusia patung untuk mencari nafkah.

Idris misalnya. Pria 37 tahun ini yang berasal dari Bogor, Jawa Barat. Ia sengaja mengadu nasib di Jakarta, dan tak tanggung-tanggung ia memilih menjadi Manusia Batu atau Patung untuk menghidupi keluarganya.

"Saya datang ke Kota Tua ini tanggal 14 Juni 2012. Awalnya, saya sendiri yang menjadi Manusia Batu disini tapi saat ini sudah ada 10 manusia patung di Kota Tua," ungkap Idris.

Sebenarnya menjadi manusia patung bukan pilihan namun keterpaksaan. Maklumlah, ia hanya lulusan SMP. Inginnya dagang, namun apa daya, ia tidak mempunyai modal. Ia mencari pekerjaan lain. Putar otak. Hingga ia pun pilih jadi manusia batu di Kota Tua.

Baca Juga: Kisah Bung Karno dan Keris Pusaka dari Majapahit

"Saya harus berpikir pekerjaan alternatif yang bisa saya lakukan. Saya memilih menjadi manusia batu," ujar Idris.

Ia mengaku pada awalnya hanya mendapatkan Rp 30 ribu sehari. Uang yang di dapatkannya ini tidak cukup untuk ongkos bolak-balik Bogor-Jakarta. Tetapi kini, ia dapat memperoleh Rp 200 ribu-Rp 300 ribu. Ia harus berdiam diri selama lima jam. Tidak ada usaha yang sia-sia. Ia sudah bisa kos di Jakarta dan mengirimkan sebagian rezeki untuk keluarganya di Bogor.

Ia sudah tiga tahun jalani profesinya sebagai manusia patung. Suka dan duka ia lalui dengan senang.

"Dukanya waktu pertama kali di sini saya dibilang stress. Gila, ga punya pekerjaan. Saya ga mau ambil pusing apa kata mereka yang penting saya senang menjalankannya. Kalau sukanya ada yang bilang saya persis kaya patung beneran terus banyak yang minta foto sama saya. Makanya sampai sekarang saya suka sekali menjalani profesi ini," tegas Idris (cpy)

 

#Manusia Patung #Kota Tua Jakarta
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Pramono Anung: MRT Jadi Game Changer Revitalisasi Kota Tua Jakarta
Pemprov DKI percepat revitalisasi Kota Tua Jakarta. MRT disebut jadi game changer yang akan mengubah kawasan ini pada 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 April 2026
Pramono Anung: MRT Jadi Game Changer Revitalisasi Kota Tua Jakarta
Indonesia
Film 'Extraction: Tygo' akan Syuting di Kota Tua, ini Pengalihan Arus yang Dilakukan Dishub DKI
Rekayasa lalu lintas ini akan berlangsung 28 Januari hingga 7 Februari 2026 dan diterapkan secara situasional.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Film 'Extraction: Tygo' akan Syuting di Kota Tua, ini Pengalihan Arus yang Dilakukan Dishub DKI
Indonesia
Film 'Extraction: Tygo' Syuting di Kota Tua Jakarta, Gubernur Pramono: Kota Global Terbuka untuk Dunia
Gubernur DKI Jakarta bersyukur Jakarta dipilih sebagai lokasi syuting film internasional Extraction: Tygo yang dibintangi Lisa BLACKPINK dan Ma Dong-seok.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Januari 2026
Film 'Extraction: Tygo' Syuting di Kota Tua Jakarta, Gubernur Pramono: Kota Global Terbuka untuk Dunia
Indonesia
Kota Tua Jakarta Ditutup Sementara, Diduga Lokasi Syuting Film Lisa BLACKPINK
Kawasan Kota Tua Jakarta ditutup sementara pada 28–29 Januari 2026 akibat syuting film internasional. Diduga terkait film yang dibintangi Lisa BLACKPINK.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Januari 2026
Kota Tua Jakarta Ditutup Sementara, Diduga Lokasi Syuting Film Lisa BLACKPINK
Indonesia
Revitalisasi Glodok-Kota Tua, Rano Karno: Potensi Wisata Sangat Besar
Pemprov DKI Jakarta menata kawasan Glodok yang terintegrasi dengan revitalisasi Kota Tua. Rano Karno optimistis kawasan ini mampu menarik wisatawan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Januari 2026
Revitalisasi Glodok-Kota Tua, Rano Karno: Potensi Wisata Sangat Besar
Indonesia
Revitalisasi Kawasan Tua Jakarta Dimulai 2026, MRT Jadi Kunci Konektivitas
Pemprov DKI Jakarta akan menata kawasan Pasar Baru hingga Kota Tua pada 2026. Coba hidupkan kembali ekonomi, pariwisata, dan konektivitas Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
Revitalisasi Kawasan Tua Jakarta Dimulai 2026, MRT Jadi Kunci Konektivitas
Indonesia
Jakarta Hasilkan 132 Ton Sampah Malam Tahun Baru, Kawasan Tamansari Jadi Penyumbang Terbanyak
Konsentrasi sampah terlihat paling padat di area alun-alun Museum Fatahillah dan sekitar pintu masuk Stasiun Kota, yang merupakan titik kumpul utama ribuan pengunjung saat merayakan malam tahun baru.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Januari 2026
Jakarta Hasilkan 132 Ton Sampah Malam Tahun Baru, Kawasan Tamansari Jadi Penyumbang Terbanyak
Indonesia
Kota Tua Harus Sudah 'Glowing' Sebelum 2029, Rano Karno Bentuk Lembaga Teknis Khusus
Demi menjamin keberlanjutan proyek, Wagub Rano berencana membentuk sebuah lembaga teknis khusus
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Desember 2025
Kota Tua Harus Sudah 'Glowing' Sebelum 2029, Rano Karno Bentuk Lembaga Teknis Khusus
Indonesia
IKJ Bakal Pindah ke Kota Tua, Pramono Anung: Waktunya Hidupkan Ruang Seni Jakarta
Gubernur Pramono tengah mengkaji pemindahan IKJ ke Kota Tua.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 Oktober 2025
IKJ Bakal Pindah ke Kota Tua, Pramono Anung: Waktunya Hidupkan Ruang Seni Jakarta
Indonesia
Polisi Sediakan WA dan QR Code untuk Laporan Cepat Gangguan Keamanan Hingga Kerusakan Fasilitas Umum
Partisipasi publik menjadi kunci agar Kota Tua benar-benar menjadi ruang bersama yang aman dan nyaman
Angga Yudha Pratama - Minggu, 12 Oktober 2025
Polisi Sediakan WA dan QR Code untuk Laporan Cepat Gangguan Keamanan Hingga Kerusakan Fasilitas Umum
Bagikan