Kisah Bung Karno Suka Pakai Celana Kolor Putih

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 10 Februari 2015
Kisah Bung Karno Suka Pakai Celana Kolor Putih

Ir Sukarno (Foto: Istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Sukarno, presiden pertama Republik Indonesia yang juga merupakan Bapak Proklamator kerap tampil gagah saat acara-acara kenegaraan, baik resmi maupun tidak. Tampilannya sungguh berwibawa dengan jas dan peci hitamnya. Namun, bagaimana kehidupan Bung Karno sehari-hari ketika tinggal di Istana Negara?

Melalui buku yang berjudul "Sewindu Dekat Bung Karno", Bambang Widjanarko menggambar hal yang sangat berbeda. Dalam buku setebal 212 halaman itu, Bambang yang juga mantan ajudan Bung Karno selama delapan tahun tersebut menceritakan, jika pemimpin besar revolusi Tanah Air itu gemar menggunakan celana kolor putih dan kaus oblong jika sedang santai.

Menariknya, celana kolor dan kaus oblong putih yang dikenakan Bung Karno, jarang diganti dengan yang baru. Bahan pakaian santai tersebut terbuat dari katun. Bung Karno, di buku tersebut, digambarkan sebagai sosok yang tidak menyenangi busana berbahan sintetis. Dengan balutan piyama, Bung Karno kerap menutupi celana kolor putih dan kaus oblongnya tersebut. Sangat tampak santai.

Menurut buku tersebut, alasan Bung Karno jarang mengenakan busana santai yang baru lantaran memiliki prinsip, busana yang dikenakannya, makin berusia makin enak dipakai. Bambang juga menggambarkan, jika Bung Karno kerap mengenakan busana santainya tersebut mengelilingi taman Istana, baik di Jakarta, Bogor, atau Tampaksiring.

Bila hari menjelang siang, Bung Karno mengenakan celana panjang dan hem putih lengan pendek yang tidak dimasukkan ke dalam celana, serta memakai sandal kulit. Tidak jarang, Bung Karno malah melepas alas kakinya agar dapat bersentuhan dengan lantai dan tanah.

"Bambang, terserah orang lain mempunyai pendapat yang bagaimana, aku sendiri mempunya keyakinan bahwa antara manusia dan bumi ini berhubungan erat," ujar Bung Karno seperti dikutip dari buku "Sewindu Dekat Bung Karno".

BACA JUGA:  Alasan Bung Karno Emoh Pakai Busana Adat Indonesia

Bung Karno melanjutkan, jika kedekatan manusia dan alam itu bisa terjalin jika tidak ada pembatas.

"Bila seseorang meninggal dunia, kita sering mendengar kata-kata 'dari tanah kembali ke tanah' atau 'dari debu kembali ke debu'. Itulah sebabnya mengapa aku sering meletakkan kakiku yang telanjang ini di atas tanah atau berjalan tanpa alas kaki apa pun. Maksudnya agar kontak langsung dengan bumi tanpa penghalang sandal atau sepatu," ujar Bung Karno, seperti kesaksian Bambang Widjanarko yang ditulis di dalam buku.

Bung Karno memang dikenal sebagai salah satu pemimpin yang ingin dekat dengan alam. Bahkan Istana Negara pun dibuatnya sangat sejuk dengan sejumlah taman dan pepohonan.

"Bumi yang merupakan bagian dari alam semesta inilah yang memberikan hidup kepada kita semua, atas kemurahan Tuhan Yang Maha Esa. Hendaknya kita selalu mendekatkan diri pada bumi atau alam dan jangan terus-menerus mengasingkan diri kita darinya," ujar Bung Karno. (wan)

 

#Dulu Dan Kini #Bung Karno #70 Tahun Indonesia Merdeka #Pahlawan #Sukarno
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Alasan 10 Agustus Diperingati Sebagai Hari Veteran Nasional
Dimulai sejak 1957 di masa pemerintahan Presiden Soekarno, sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Alasan 10 Agustus Diperingati Sebagai Hari Veteran Nasional
Fun
Viral di Piala Dunia 2026, Suporter 'Patung Lumumba' Kembali Dukung RD Kongo usai Karantina Ebola
Michel Kuka Mboladinga kembali viral di Piala Dunia 2026, setelah mendukung RD Kongo dari tribun. Ia sempat viral di Piala Afrika 2025.
Soffi Amira - Rabu, 24 Juni 2026
Viral di Piala Dunia 2026, Suporter 'Patung Lumumba' Kembali Dukung RD Kongo usai Karantina Ebola
Indonesia
Nobar 'Ghost in the Cell', Ganjar Pranowo: Sindirannya Nyelekit
Ganjar menambahkan bahwa media seni dan budaya penting untuk melatih kepekaan agar para pemimpin dan masyarakat selalu sadar terhadap realitas.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 07 Juni 2026
Nobar 'Ghost in the Cell', Ganjar Pranowo: Sindirannya Nyelekit
Indonesia
Hari Pahlawan, Ketua Fraksi PKB Serukan Persatuan Bangsa
Peristiwa heroik di Surabaya pada 1945 menjadi bukti bahwa seluruh elemen masyarakat Indonesia mampu meraih kemenangan ketika bersatu menghadapi ancaman bersama. ?
Dwi Astarini - Senin, 10 November 2025
Hari Pahlawan, Ketua Fraksi PKB Serukan Persatuan Bangsa
Indonesia
Kakak Marsinah Titip Pesan Kepada Presiden Prabowo Subianto: Hapus Total Sistem Outsourcing
Kakak Pahlawan Nasional Marsinah, Marsini, menitipkan pesan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara untuk menghapus total praktik outsourcing demi stabilitas rumah tangga buruh
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 November 2025
Kakak Marsinah Titip Pesan Kepada Presiden Prabowo Subianto: Hapus Total Sistem Outsourcing
Indonesia
Lupakan Dulu Sisi Kontroversialnya! PP Muhammadiyah Minta Masyarakat Fokus pada Jasa-Jasa Soeharto Demi Kepentingan Bangsa dan Negara
Kemensos juga mengusulkan 40 nama lain, termasuk Gus Dur dan Marsinah.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 06 November 2025
Lupakan Dulu Sisi Kontroversialnya! PP Muhammadiyah Minta Masyarakat Fokus pada Jasa-Jasa Soeharto Demi Kepentingan Bangsa dan Negara
Indonesia
PBNU Dukung Soeharto dan Gus Dur Dapat Gelar Pahlawan Nasional
PBNU mengapresiasi langkah kementerian Sosial di bawah Menteri Saifullah Yusuf yang tengah selesai memproses sejumlah tokoh yang lantas sudah diserahkan ke Dewan Gelar untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional tahun ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 November 2025
 PBNU Dukung Soeharto dan Gus Dur Dapat Gelar Pahlawan Nasional
Indonesia
Hari Santri Jadi Momentum Gali kembali Islam Bung Karno dan Resolusi Jihad
Hari Santri merupakan waktu yang tepat untuk menggali kembali gagasan-gagasan Islam Bung Karno yang berakar pada spiritualitas dan nasionalisme.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Oktober 2025
Hari Santri Jadi Momentum Gali kembali Islam Bung Karno dan Resolusi Jihad
Indonesia
Menteri Budaya Janji Seleksi Penerima Gelar Pahlawan Bakal Lebih Ketat dan Cepat
Proses pengkajian gelar kehormatan tersebut melibatkan sinergi antara pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Oktober 2025
Menteri Budaya Janji Seleksi Penerima Gelar Pahlawan Bakal Lebih Ketat dan Cepat
Indonesia
Suara Megawati Bergetar saat Ceritakan Ziarah ke Makam Imam Al-Bukhari: Ingat Bung Karno Buka Pintu Warisan Islam Asia Tengah
Suara Megawati bergetar saat menceritakan perjalanan ziarahnya ke makam Imam Al-Bukhari. Ia ingat sang ayah, Bung Karno, yang memainkan peran kunci.
Soffi Amira - Rabu, 16 April 2025
Suara Megawati Bergetar saat Ceritakan Ziarah ke Makam Imam Al-Bukhari: Ingat Bung Karno Buka Pintu Warisan Islam Asia Tengah
Bagikan