Ketua KPU: Hitung Cepat Bukan Hasil Akhir Penghitungan suara di TPS 28, Jalan H Nisiin, RT 06/04, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Rabu (15/1). (Foto MP/Fadhli)

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menegaskan bahwa hasil hitung cepat yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei dapat dijadikan referensi, tetapi bukan hasil akhir.

"Quick count dan survei itu kegiatan legal, ilmiah, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Publik bisa menggunakan sebagai referensi," ujar Arief dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (19/4) seperti dikutip Antara News.

Melalui survei, kata dia, publik dapat memahami seluruh kegiatan pilkada serentak dengan lebih cepat. Namun, Arief menegaskan kembali hasil hitung cepat atau survei bukan merupakan hasil akhir dan resmi.

"Hasil akhir ditetapkan oleh KPU DKI Jakarta," katanya lagi.

Sejumlah lembaga survei merilis hasil hitung cepat pada pukul 15.15 WIB. Berdasarkan hasil hitung cepat, pasangan nomor pemilihan 3 Anies-Sandi mengungguli pasangan nomor pemilihan 2 Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat.

Lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dengan data masuk mencapai 62,29 persen, pasangan Anies-Sandi memperoleh suara 55,07 persen, sedangkan pasangan Basuki-Djarot mendapatkan 44,93 persen suara.

Pada hasil hitung cepat Indikator Politik dengan data masuk mencapai 60,75 persen, pasangan pasangan Anies-Sandi mendapat suara 58,93 persen, sedangkan pasangan Basuki-Djarot memperolah 41,07 persen suara.

Sedangkan berdasarkan hitung cepat PolMark Indonesia dengan data masuk 59,50 persen, pasangan Anies-Sandi memperoleh 56,63 persen suara dan pasangan Basuki-Djarot mendapat suara 43,37 persen.

Hitung cepat yang dilakukan Indo Barometer dengan data masuk 60,67 persen menempatkan pasangan Anies-Sandi dengan perolehan suara 58,13 persen, sedangkan pasangan Basuki-Djarot 41,87 persen.

Pada hitung cepat Voxpol Center dengan data masuk 56,82 persen, pasangan Anies-Sandi mengungguli pasangan Basuki-Djarot dengan perbandingan 59,21 persen dan 40,79 persen.

Begitu pula dengan hasil hitung cepat yang dilakukan Saiful Mujani Research Center dengan data masuk 68,18 persen, pasangan Anies-Sandi mendapatkan suara 58,8 persen dan Basuki-Djarot memperoleh 41,2 persen suara.



Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH