Kebhinnekaan Sudah Matang, Pasal Penodaan Agama Bisa Dihapus Politisi Partai Gerindra Desmond J Mahesa. (MP/Ponco Sulaksono)

Politisi Partai Gerindra Desmond J Mahesa menyatakan bahwa Pasal 156a tentang penodaan agama bisa saja dihapuskan kalau kebhinnekaan di republik ini sudah cukup matang.

"Persoalannya, apakah semua warga negara siap untuk tidak saling menghina agama lain? Kalau kebhinnekaan sudah sesiap itu, saya pikir tidak masalah kalau dicabut," ujarnya di gedung DPR, Senayan, Jakarta Senayan, Kamis (18/5).

Menurut Wakil Ketua Komisi III DPR ini, pasal penodaan agama akan gugur dengan sendirinya, jika seluruh warga negara memiliki toleransi terhadap kelompok atau agama lain.

"Maka, menurut saya, ini pasal 'mati'. Kalau kita merasa agama sesuai dengan hak masing-masing, kenapa harus menghina? Pasal ini, tanpa harus dicabut, tidak akan berguna," tukas Desmond.

Desmond menilai, di tengah kondisi sosial masyarakat yang belum sepenuhnya berkomitmen terhadap toleransi beragama. Pasal 156a tersebut masih diperlukan.

Ia khawatir jika pasal penodaan agama itu dihapuskan dan peradilan jalanan dikedepankan, maka akan lebih berbahaya situasi sosial di masyarakat.

Untuk itu, mantan aktivis '98 ini menilai, jika Pasal 156a masih terdapat kekuarangan, hanya perlu diperbaiki bukan dihapuskan sepenuhnnya.

"Kalau perbedaan makin tajam dan (diselesaikan melalui) peradilan jalanan, apa yang terjadi? Apa posisi negara? Perlu diperhatikan ini. Lebih baik, yang ada saja kekurangannya diperbaiki," pungkasnya. (Ayp)

Baca juga berita lain terkait pasal penodaan agama di: Penghapusan Pasal Penodaan Agama Dinilai Jauh Lebih Berbahaya


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

YOU MAY ALSO LIKE