Kebakaran Lereng Gunung Merapi Meluas
Kebakaran lereng Gunung Merapi di kawasan Hutan Lindung Gunung Merapi di Desa Sepi, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, pada Minggu (1/11). (Foto: Twitter/Sutopo_BNPB)
MerahPutih Peristiwa - Kebakaran hutan di lereng Gunung Merapi hingga kini, Senin (2/11), semakin meluas karena daerah terbakar sulit dijangkau petugas pemadam. Titik api di lereng Gunung Merapi mulai menyebar dari kawasan Hutan Lindung Gunung Merapi di Desa Sepi, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, pada Minggu (1/11).
"Medan yang berat di lereng Gunung Merapi menyebabkan petugas tidak dapat menjangkau lokasi kebakaran," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat (Humas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui akun media sosial Twitter.
Sutopo mengatakan, kebakaran lereng Gunung Merapi belum dapat dipadamkan bahkan api meluas hingga hari ini, Selasa (2/11) siang. Akibat kebakaran lereng Gunung Merapi, lanjut Sutopo, petugas berwenang telah mengevakuasi para pendaki dari gunung berapi tersebut untuk menghindari korban.
"Asap kebakaran di Taman Nasional Gunung Merapi masih mengarah ke atas. 200 pendaki berhasil dievakuasi," kata Sutopo.

Sementara itu, pihak Taman Nasional Gunung Merapi kepada Kantor Berita Antara beberapa waktu lalu menyatakan, bahwa kebakaran di kawasan hutan lereng Gunung merapi terjadi karena disengaja pihak tertentu.
"Kami akui kebakaran hutan itu karena ada pihak yang sengaja membakar. Namun, kami belum bisa menyebut oknum tersebut," kata Kepala Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Edy Sutiyarto di Sleman, Yogyakarta.
Edy mengatakan, ada oknum yang merusak pelestarian tersebut. Jumlah masyarakat yang tinggal di sekitar lereng Gunung Merapi relatif banyak. Meski pihak TNGM telah melakukan antisipasi dengan menggandeng berbagai pihak, tetapi masih ditemui satu atau dua orang menjadi oknum tersebut.
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Curah Hujan Tinggi, BNPB Turun Tangan Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta
Listrik di Talaud Kembali Menyala Usai Digoyang Gempa Dahsyat Magnitudo 7,1
Kepulauan Talaud Sulawesi Utara Diguncang Gempa Bumi Bermagnitudo 7,1, BNPB: Tidak Ada Korban Jiwa
3 Kecamatan di Dompu NTB Dilanda Banjir, Tanggap Darurat Diberlakukan
1.178 Orang Tewas dan Ratusan Lainnya masih Hilang, Operasi Pencarian Korban Bencana Alam di Sumatra Diperpanjang
Pemerintah Anggarkan Rp 60 T untuk Darurat Bencana di 2026
147 Orang Masih Hilang, Kelanjutan Operasi SAR Korban Bencana Sumatera Dievaluasi Lusa
Duka Selimuti Awal 2026, 380 Ribu Korban Bencana Sumatra Berstatus sebagai Pengungsi
BNPB Jamin Semua Anggota TNI yang Ikut Penanganan Bencana Sumatra Dapat Uang Lelah dan Makan Rp 165 Ribu per Hari
[HOAKS atau FAKTA]: Gempar! Keputusan PBB Langkahi Indonesia Tetapkan Status 'Bencana Internasional' di Sumatra