KBRI Beijing Nilai Wajar Investasi Arab Saudi ke Tiongkok Lebih Besar Perdana Menteri China Li Keqiang (kedua kiri) bertemu dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud (kedua kanan) di Balai Agung Rakyat di Beijing, Jumat (17/3). (ANTARA FOTO/REUTERS/Lintao Zha

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing menganggap wajar nilai investasi Arab Saudi di Tiongkok lebih besar dibandingkan dengan di Indonesia. Sebelumnya, harapan Indonesia terhadap investasi Arab Saudi sangat besar terutama setelah kunjungan panjang Raja Salman ke tanah air.

Arab Saudi sepakat menanamkan modalnya di Indonesia sebesar Rp89 triliun. Namun, jumlah itu dinilai kurang signifikan bila dibanding investasi Arab Saudi di Tiongkok yang hampir mencapai Rp870 triliun.

"Dari segi jumlah penduduk saja, kita kalah jauh dibandingkan di sini," kata Santo Darmosumarto selaku Juru Bicara KBRI Beijing, Rabu (19/4).

Jumlah penduduk Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 250 juta jiwa, sedangkan populasi di Tiongkok sudah mencapai angka 1,4 miliar jiwa.

"Menurut saya, ini perbandingan yang sangat realistis. Belum faktor-faktor lain," kata Santo yang juga menjabat Koordinator Fungsi Sosial dan Budaya KBRI Beijing itu.

Faktor-faktor lain yang menyebabkan Arab Saudi lebih memilih Tiongkok sebagai tempat investasi besar-besaran, jelasnya, adalah proses birokrasi yang lebih mudah dan adanya kepastian hukum.

Hal itu sesuai dengan pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa semua pihak harus introspeksi melalui pembenahan sistem perizinan investasi asing.

Selain itu, investasi di Tiongkok tidak saja pada sektor manufaktur, melainkan juga sektor jasa yang oleh pemerintah setempat makin dibuka lebar untuk memudahkan masuknya investasi asing.

Sumber: ANTARA



Zulfikar Sy

YOU MAY ALSO LIKE