Kawasan Cagar Budaya Batujaya Bak Oase di Padang Tandus Situs Candi Blandongan. (Foto: MerahPutih/Muchammad Yani)

Siapa sangka salah satu kabupaten di provinsi Jawa Barat, Karawang, yang terkenal dengan kawasan industri itu ternyata juga menyimpan sebuah aset berharga bagi masa depan bangsa. Di tengah pekat asap hitam pabrik-pabrik yang berceceran dan truk-truk besar berseliweran, Kawasan Cagar Budaya Batujaya bak oase di tengah padang tandus.

Hal tersebut disebabkan oleh puluhan situs temuan yang berada di areal itu merupakan salah satu akar cikal-bakal sejarah perkembangan tanah air Indonesia.

Sebelum sampai di lokasi, panorama alam berupa hamparan sawah nan hijau mengiringi langkah merahputih.com tiada henti, persisnya saat kami mulai memasuki Desa Sukatani, Bekasi. Selain itu, deras aliran Sungai Citarum yang tenang pun merupakan keindahan lain yang dapat dilihat secara langsung di atas jembatan yang masih begitu kokoh.

Setelah melewati perjalanan yang cukup melelahkan itu, akhirnya kami tiba di Desa Batujaya, Karawang. Belum kaki melangkah terlalu jauh, pandangan kami sudah ditujukan oleh salah satu situs yang masih berada di kawasan tersebut, Situs Damar.

Situs Damar. (Foto: MerahPutih/Muchammad Yani)

Adapun bentuk dari situs tersebut tidak seperti umumnya. Di sana, kami hanya melihat berupa sisa bangunan pondasi yang sekira berukuran 20 x 15 meter. Pondasi bangunan itu mengarah ke tenggara, dan di sisi barat laut terdapat bagian tangga dengan ukuran lebar 5 meter.

Setelah puas memerhatikan serta mengambil beberapa gambar Situs Damar, kami langsung bergegas menuju candi selanjutnya, Candi Jiwa yang berjarak sekira 50 meter dari Situs Situs Damar. Menariknya, sebelum mencapai Candi Jiwa, lagi-lagi kami dimanjakan oleh hamparan sawah nan hijau sejauh mata memandang.

Situs Candi Jiwa. (Foto: MerahPutih/Muchammad Yani)

Adapun Situs Candi Jiwa merupakan sebuah tumpukan batu bata yang disebut oleh warga sekitar Unur Jiwa yang berbentuk lonjong dengan ketinggian 4 meter dari permukaan tanah dan memiliki luas sekira 50 meter persegi.

Selain itu, struktur bangunan lain yang masih berupa hamparan pasangan batu bata nampak mengelilingi bagian bawah kaki candi pada empat sisi dengan ukuran 2,65 meter.

Pinggiran struktur itu dibatasi dengan bata yang dipasang tegak memanjang. Dan, struktur tersebut memperlihatkan sebuah jalan yang dibuat mengelilingi kaki candi. Maka, dapat dipastikan bahwa jalan yang mengelilingi bangunan tersebut merupakan sebuah jalan (patha) atau pradaksina.

Usai memutari serta memandangi Candi Jiwa, kami pun melanjutkan langkah kaki menuju situs lainnya, Candi Blandongan yang berbentuk masih berupa gundukan batu bata seperti Candi Jiwa dengan ukuran 110 x 38 meter persegi.

Situs Candi Blandongan. (Foto: MerahPutih/Muchammad Yani)

Bagian atas kaki pada keempat sisi candi tersebut terdapat pagar langkan. Di bagian tengah candi masih terdapat sebuah bangunan dengan ukuran 10 x 10 meter. Antara badan candi dengan pagar langkan terdapat sebuah lantai bata yang dilapisi beton stuko setebal 15 sentimeter. Dan, pada bagian atas atau atap badan candi sudah runtuh dan belum diketahui bentuk aslinya.

Di beberapa tempat pada bagian kaki candi masih ditemukan lepa stuko yang menempel pada lapisan stuko tersebut. Berdasarkan ekskavasi oleh Puslit Arkenas pada tahun 1995, telah ditemukan sebuah temuan berupa fragmen meterai (votive tablet) terakota bergambar relief Budha. Dan, kami pun juga melihat sisa-sisa bagian pintu atau gapura di bagian tengah Situs Candi Blandongan.

Selain ketiga situs itu, di sana kami juga mengunjungi situs lainnya seperti Situs Segaran IV.

Sebagai catatan informasi, dari 62 temuan sebaran situs yang berada di Kawasan Cagar Budaya Batujaya, saat ini baru 4 situs yang sudah diekskavasi. Keempat situs itu adalah Situs Candi Damar, Situs Candi Jiwa, Situs Candi Blandongan, dan Situs Unur Serut. Sedangkan beberapa situs lainnya masih sedang persiapan untuk penggalian.

Sedangkan untuk temuan lainnya, saat ini sudah berada di Museum Batujaya yang letaknya juga tidak terlalu jauh dari komplek Situs Batujaya.



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH