Kaum Perempuan Target Propaganda Radikalisme dan Terorisme Rapat Panja RUU Pemberantasan Terorisme di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (22/3). (ANTARA/Puspa Perwitasari)

Penyebaran (propaganda) paham radikal terorisme menyasar kaum perempuan. Karena itu, perempuan Indonesia harus bersatu, bangkit, dan melek teknologi untuk membendung ancaman radikalisme dan terorisme.

"Penyebaran paham radikal terorisme di kalangan perempuan sudah sangat lumayan butuh perhatian. Artinya, bila kita ingin Indonesia aman dan tenteram, kaum perempuan pun harus ikut bergerak, bersatu, dan bekerja keras dalam memerangi paham negatif tersebut," ujar Ketua Fatayat NU Anggia Ermarini melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (20/4).

Menurut Anggia, ada banyak cara yang bisa dilakukan kaum perempuan dalam memerangi radikalisme dan terorisme.

Pertama, seorang perempuan adalah seorang ibu yang merupakan orang pertama yang bisa menanamkan nilai-nilai agama islam yang sebenarnya yaitu islam yang ramah, islam yang rahmat bagi semua, serta nilai kebangsaan kepada anak-anaknya, sejak dini.

Dengan memiliki pemahaman agama dan kebangsaan yang benar sejak kecil, otomatis seorang anak akan lebih kebal dalam menghadapi penyebaran paham radikal terorisme.

"Makanya Fatayat NU sedang mengembangkan dakwah berbasis keluarga. Kami juga terus membekali dan memperdalam para dai-dai wanita tentang pengetahuan dan ancaman radikalisme terorisme dan bertepatan dengan Hari Kartini, 21 April, kami akan melantik 1.000 daiyah Anti Radikalisme Fatayat NU di Bandung," jelas Anggi.

Selain itu, Anggia juga mengajak para kaum perempuan untuk tidak gagap teknologi (gaptek). Pasalnya, saat ini dunia komunikasi melalui internet (dunia maya) menjadi sasaran penyebaran radikalisme dan terorisme. Karena itu kaum perempuan tidak anti menggunakan media sosial (medsos).

"Mau tidak mau, kaum ibu harus ikut gaul menggunakan medsos, paling tidak memantau anak-anak kita saat menggunakan gagdet," pungkas Anggia.


Tags Artikel Ini

Luhung Sapto

YOU MAY ALSO LIKE