Kapolda Metro Jaya: Tindak Tegas Pelaku Intimidasi saat Pencoblosan Ahok-Djarot Saiful Hidayat (kedua kiri) dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno seusai Debat Publik Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (12/4). (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) M Iriawan berharap Pilgub DKI Jakarta 2017 putara kedua, 19 april mendatang, berjalan lancar dan tidak ada tindakan intimidasi, paksaan, dan ancaman kepada para pemilih serta penyelenggara pemilu.

"Kami minta kepada masyarakat untuk tidak ada yang mencoba melakukan intimidasi, ancaman dan paksaan untuk memilih atau tidak memilih pasangan tertentu dengan cara apa pun," ujar Iriawan di Makodam Jaya, Jakarta Timur, Kamis (13/4).

Mantan Kadiv Propam Polri itu menegaskan, apabila ada yang mencoba melakukan intimidasi, paksaan dan ancaman terhadap pemilih dan penyelenggara pemilihan, pihaknya akan melakukan penegakkan hukum secara tegas.

"Siapa pun yang melakukan atau turut melakukan, atau turut membantu melakukan, serta otak pelakunya. Saya jelaskan lagi akan ditindak secara tegas. Kita akan commit kepada yang akan coba melakukan hal tersebut," tegas Iriawan.

Iriawan mengingatkan kepada pihak-pihak yang melakukan intimidasi, pengancaman dan pemaksaan dapat dikenakan sanksi pidana penjara. Karena pelaku-pelaku itu melanggar Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pemilu.

Iriawan menegaskan, dalam UU Nomor 10 Tahun 2016, banyak pasal yang bisa disangkakan kepada pihak-pihak yang melakukan intimidasi, pengancaman dan pemaksaan. Pasal itu antara lain, Pasal 182 (a), Pasal 178 dan Pasal 198. (Ayp)

Baca juga berita tentang Pilgub DKI 2017 lainnya di: Ketegasan Ira Koesno Pandu Debat Pilgub DKI



Zulfikar Sy

YOU MAY ALSO LIKE