Kapolda Beri Penghargaan atas Aksi Heroik Aiptu Sunaryanto Kapolda Metro Jaya M Iriawan memberikan penghargaan kepada anggota lantas Aiptu Sunaryanto. (MP/Angga Yudha Pratama)

Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) M Iriawan memberi penghargaan kepada anggota Satlantas Polres Jakarta Timur Aiptu Sunaryanto yang secara heroik menyelamatkan seorang ibu dan anaknya saat ditodong dan disandera di dalam angkot KWK T25 jurusan Rawamangun-Pulogadung di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jakarta Timur, Minggu (9/4) lalu.

Dalam apel pagi di Mapolda Metro Jaya pagi tadi, Iriawan memberikan secara langsung piagam penghargaan kepada Sunaryanto. Piagam diberikan Iriawan di depan para perwira menengah (pamen) Polda Metro Jaya.

Dalam kesempatan itu, Iriawan mengatakan bahwa apa yang diperbuat Sunaryanto merupakan hal yang perlu diapresiasi. Aksi Sunaryanto dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

"Kita tahu kembali Polda Metro Jaya diberikan kepercayaan yang luar biasa, public trust kita meningkat, di mana kita punya satu anggota Aiptu Sunaryanto," kata Iriawan saat memimpin apel pagi di Mapolda Metro Jaya, Rabu (12/4).

"Dengan dedikasi yang tinggi, dengan pengorbanan yang luar biasa, dengan perhitungan yang matang, yang bersangkutan dapat menyelamatkan rakyat kita dari ancaman kekerasan. Yang tidak lain adalah nyawa taruhannya," sambung Iriawan.

Oleh Kapolda, Sunaryanto diberikan kesempatan untuk menyampaikan mengenai pengalamannya menyelamatkan seorang ibu dan anaknya yang disandera.

"Izin jenderal, dari hasil kejadian menimbulkan hasil negosiasi, kelihatannya selama setengah jam, kelihatannya tidak ada hasil, sangat alot," kata Sunaryanto terbata-bata.

Saat itu, Sunaryanto merasa negosiasinya tidak berhasil. Tak kehabisan akal, Sunaryanto meminta kepada seorang pengendara ojek online untuk mengalihkan perhatian pelaku dan membantu mengamankan situasi massa yang saat itu sudah terbakar emosi ingin menghakimi pelaku.

"Terus saya juga bilang ke ojek online, 'nanti situasi apa pun setelah saya tindak dengan pelumpuhan, sebisa mungkin ibunya ditarik, apapun yang terjadi'," kata Sunaryanto mengulang ucapan ke pengendara ojek online.

Setelah dirasa si ojek online berhasil menjauhkan massa, saat itulah Sunaryanto berusaha mengalihkan perhatian pelaku dan menunggu waktu yang pas untuk melumpuhkannya.

Doa dipanjatkan Sunaryanto. Tak lupa, tiga kali salawat keluar dari mulutnya sebelum beraksi. Setelah yakin, sebuah peluru meluncur dari senjata yang dipegangnya dan tepat sasaran di tangan kanan pelaku.

"Pada akhirnya, pas dia saya alihkan kata-kata dengan tangan, dia agak lengah, terus lengannya agak turun, akhirnya saya lumpuhkan (tembak). Demikian jenderal," tutup Sunaryanto kepada Iriawan.

Kapolda mengaku bangga dengan keberanian dan sikap tegas Sunaryanto. "Sekali lagi saya dan keluarga besar Polda Metro Jaya (PMJ) merasa bangga dengan saudara, di tempat lain lalu lintas pernah menjatuhkan citra Polri, sementara di PMJ menaikkan citra polri yang kita cintai," tutur Iriawan. (Ayp)

Baca berita lainnya dalam artikel: Pamen Mengeluh Ditempatkan Di TPS, Ini Tanggapan Kapolda Metro Jaya



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH