Jokowi Berpotensi Lakukan Blunder Politik
Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta Ubaydillah Badrun menilai munculnya nama Darwin Silalahi sebagai kandidat kuat menteri Energi Sumber Daya Mineral akan memberikan blunder politik migas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Menurutnya, munculnya nama Darwin yang digadang-gadang akan menduduki jabatan menteri ESDM bisa memunculkan indeks negatif dari rakyat yang mendukung Jokowi.
Dia mengatakan rakyat akan pesimis terhadap pemberantasan mafia migas yang telah menggerogoti ratusan triliun uang negara apabila mafia migas masih berada di lingkaran pemerintah Jokowi-JK.
"Pemilihan Darwin Silalahi sebagai menteri ESDM adalah hal yang buruk. Akan menimbulkan blunder politik," kata Ubaydillah, Senin (15/9).
Seperti diketahui, Darwin Silalahi saat ini bekerja sebagai Country Chairman Shell Companies in Indonesia dan juga Presiden Direktur PT Shell Indonesia. Darwin adalah orang Indonesia pertama yang mengemban posisi ini sejak mulai bekerja di Shell tahun 2007.
Sebelum menjabat sebagai CEO di PT Shell Indonesia, Darwin Silalahi selama tujuh tahun menjabat Country CEO Booz Allen Hamilton Indonesia, salah satu perusahaan konsultan manajemen strategik ternama dunia.
Pada tahun 1985, ayah dari dua orang anak ini mengawali karirnya di BP (British Petroleum) selama hampir 10 tahun.
Dia pernah ditempatkan di Aberdeen (Belgia), London (Inggris), dan Texas (Amerika Serikat), sebelum akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan PT Dharmala Inti Utama (DIU) sebagai asisten CEO pada tahun 1994.
Langkah tersebut memperkenalkan Darwin Silalahi dengan dunia manajemen strategik dan membawanya ke Bakrie & Brothers sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan Perusahaan.
Pada pertengahan 1998, Darwin Silalahi memulai karir pegawai negeri sebagai Plt Direktur Usaha di Kementerian BUMN dengan portofolio BUMN sektor perhubungan, telekomunikasi, dan energi.
Dengan bekerja selama satu setengah tahun di pemerintahan hingga akhir 1999, pengalaman kerja Darwin menjadi serba lengkap: multinasional.
Sebelumnya pengamat geopolitik ekonomi Hendrajit mengomentari terkait masuknya nama CEO Shell Indonesia Darwin Silalahi sebagai kandidat Menteri ESDM atau posisi strategis di pos energi.
Hendrajit berharap presiden terpilih Joko Widodo agar pintar dalam memberikan jabatan di kabinetnya nanti. "Apakah Jokowi-JK serius, lihat postur kabinet. Ada nama Darwin Silalahi. Ada kaderisasi sesuai desain jadi menteri, jadi orang penting di BUMN," kata dia di Jakarta, Senin (15/9).
Dia mengatakan, bekas Wali Kota Solo itu harus kuat dalam membuat kabinet. Dengan begitu, intervensi baik dari eksternal maupun pihak asing tak masuk dan melahirkan mafia migas. "Kalau benar kabinet menguat, Jokowi harus munculkan kekuatan," kata Hendrajit. (JPNN)
Bagikan
Berita Terkait
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
Krisis Venezuela Jadi Alarm Keras, DPR Desak Ketahanan Energi Nasional Diperkuat
[HOAKS atau FAKTA]: Anwar Usman Vonis Jokowi Bersalah karena Palsukan Ijazahnya
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Polda Metro Gelar Perkara Khusus Tunjukkan Ijazah Asli, Jokowi: soal Maaf Urusan Pribadi
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
Amien Rais, Refly Harun, dan Rismon Datangi PN Solo untuk Sidang Ijazah Palsu