Jelang Pembukaan KAA, Personel TNI dan Polri Gladi Bersih
Personel Kopaska melakukan persiapan sebelum mengikuti apel pasukan pengamanan Peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA) di Mako Koarmabar Jakarta, Sabtu (18/4). (Foto: Antara)
MerahPutih Nasional - Jelang pembukaan Konferensi Asia Afrika (KAA), Minggu (19/4), personel TNi dan Polri melakukan gladi bersih di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Gladi bersih dilakukan sejak pukul 07.00 WIB. Personel TNI itu berasal dari Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya. Sementara kepolisian berasal dari Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya).
Gladi bersih dihadiri Kapolda Metro Jaya Irjen Unggung Cahyono dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Agus Sutomo. TNI dan Polri memlakukan gladi bersih guna memastikan kesiapan pengamanan konferensi dua benua itu.
Polda Metro Jaya menurunkan 4.236 personel. Seluruhnya merupakan bagian dari Satuan Tugas (Satgas) Polda Metro Jaya, Satgas Polres dan Satgas Khusus dari Korps Brimob Polri. Sementara Kodam Jaya menurunkan 3.550 personel.
KAA akan digelar pada 19 April hingga 24 April di Jakarta dan Bandung. Sebanyak 86 negara bakal hadir, 28 di antaranya merupakan kepala negara masing-masing. (fre)
Baca Juga:
Amankan KAA, TNI Siagakan 6 Kapal
Bagikan
Fredy Wansyah
Berita Terkait
Polisi Ngaku Belum Lakukan Pemeriksaan Saksi Atas Laporan ke Komika Pandji
Polda Metro Terima 3 Barang Bukti Laporan Pemidanaan Pandji: Flashdisk Hingga Rilis
Penyelidikan Kasus Kematian Arya Daru Dihentikan, Polisi Buka Peluang Jika Ada Bukti Baru
Kasus Kematian Arya Daru Dihentikan, Polda Metro Jaya tak Temukan Bukti Pidana
Dilaporkan ke Polisi, Pandji Pragiwaksono Buka Suara soal Materi Stand Up 'Mens Rea'
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan atas Dugaan Penghasutan, Polisi Segera Lakukan Pendalaman
Polda Metro Jaya Gandeng 3 Kejati Sinkronkan KUHP Biar Rakyat Gampang Pantau Kasus
Kapolda Metro Perintahkan Kapolres Perkuat Deteksi Dini, Bikin Jakarta 'Nol' Tawuran
Rotasi Jabatan di Polda Metro Jaya, Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolres Diganti
Premanisme di Jakarta Masih Marak, 250 Kasus Terungkap Sepanjang 2025