Israel Sebut Pasukan Al-Assad Simpan Senjata Kimia Berton-ton Sebuah pertemuan di Dewan Keamanan PBB untuk Suriah di kantor PBB di New York City, New York, Amerika Serikat, Rabu (5/4). (ANTARA FOTO/REUTERS/Shannon Stapleton)

Militer Israel menyebut bahwa pasukan Suriah pimpinan Bashar al-Assad masih memiliki beberapa ton senjata kimia. Pernyataan tersebut disampaikan dua minggu setelah serangan senjata kimia yang menewaskan 90 orang di Suriah.

Israel bersama dengan banyak negara lainnya menyalahkan pasukan militer Suriah atas serangan itu.

Sementara itu, lembaga intelijen Prancis akan memberikan bukti-bukti terkait kejadian itu dalam beberapa hari mendatang. Demikian pernyataan dari Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault.

"Beberapa ton senjata kimia masih berada di tangan pasukan Bashar," kata seorang perwira militer senior Israel dalam sebuah pertemuan dengan wartawan Israel.

Beberapa laporan media setempat mengutip dari seseorang pembicara dalam pertemuan itu dengan syarat tidak disebutkan namanya, sejalan dengan prosedur militer Israel, yang mengatakan bahwa jumlah senjata kimia yang masih dimiliki jumlahnya sekitar tiga ton.

Dalam kesepakatan yang terjadi pada 2013 lalu, yang ditengahi oleh Rusia dan Amerika Serikat, Suriah sepakat untuk menghancurkan senjata kimia miliknya.

Sebelumnya, sebuah organisasi global pelarangan senjata kimia, mengatakan bahwa sarin atau racun sejenisnya yang merupakan zat terlarang, telah digunakan dalam serangan 4 April di Provinsi Idlib, Suriah. Temuan ini mendukung pengujian sebelumnya yang dilakukan oleh Turki dan laboratorium Inggris.

Suriah telah berulang kali membantah berada di balik serangan di Khan Sheikhoun. Bashar mengatakan pada pekan lalu bahwa militer Suriah telah memusnahkan semua senjata kimia pada 2013, setelah kesepakatan dibuat pada saat itu, dan tidak akan menggunakannya lagi.

Sumber: ANTARA



Zulfikar Sy

YOU MAY ALSO LIKE