IS Klaim Serangan di Stasiun Televisi Afganistan Polisi memeriksa lokasi serangan bom bunuh diri di Kabul, Afghanistan, Rabu (3/5). (ANTARA FOTO/REUTERS/Omar Sobhani)

Kelompok IS mengaku bertanggung jawab atas serangan bunuh diri terhadap sebuah stasiun televisi Afganistan, Rabu (18/5). Peristiwa tersebut menewaskan sedikitnya enam korban dan para pelaku serta melukai 24 lainnya.

Serangan yang terjadi di bagian timur kota Jalalabad itu merupakan peristiwa terbaru dalam serangkaian serangan terhadap jurnalis dan media Afganistan dalam beberapa tahun terakhir. Serangan tersebut muncul lebih dari satu minggu setelah pernyataan bahwa pemimpin IS di Afganistan tewas terbunuh oleh serangan pesawat tak berawak AS.

Kelompok IS atau Daesh seperti umumnya dikenal di Afganistan, telah mendirikan sebuah benteng di Provinsi Nangarhar dekat perbatasan dengan Pakistan, dengan Jalalabad sebagai ibu kota, di mana mereka tengah melakukan perlawanan terhadap Taliban dan pasukan pemerintah Afganistan.

Penyerangan terhadap stasiun siaran negara RTA dilakukan oleh empat pelaku, yang salah satunya telah meledakkan bom bunuh diri di pintu masuk kawasan, kata gubernur provinsi Gulab Mangal.

Saat serangan itu meluas, tembakan senjata berat dapat didengar di sekitar gedung RTA, yang dekat dengan kawasan kantor gubernur.

"Petempur IS saat ini melakukan serangan di dalam gedung penyiaran negara di kota Jalalabad," kata kantor berita AMAQ dalam sebuah pernyataan pada layanan pesan cepat Telegram.

Tiga lainnya tewas saat baku tembak dengan pasukan keamanan.

"Di antara korban tewas adalah empat karyawan RTA, termasuk seorang sopir, seorang penjaga, dan dua orang tenaga teknis, serta dua polisi," menurut Mangal.

"Tujuh belas warga sipil dan tujuh anggota pasukan keamanan terluka," tambahnya.

Komite Keamanan Wartawan Afganistan mengecam serangan tersebut dan mengatakan peristiwa itu adalah pelanggaran aturan perang yang melindungi media sebagai warga sipil.

Taliban, yang juga memiliki kehadiran kuat di wilayah tersebut, menyangkal bertanggung jawab.

Kelompok IS baru-baru ini terkena dampak serangan udara AS dan operasi pasukan khusus.

Pemimpin kelompok IS di Afganistan, Abdul Hassib dilaporkan tewas di Afganistan bulan ini dalam operasi serangan pasukan gabungan AS dan pemerintah Afgansitan di Nangarhar pada akhir April.

Kelompok IS juga mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan tingkat tinggi di ibukota, Kabul, termasuk sebuah serangan pada Maret yang menyasar sebuah rumah sakit militer terbesar di Afganistan.

Sumber: ANTARA


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

YOU MAY ALSO LIKE