Irjen Pol Condro Kirono:  Bangsa Indonesia Tak Pernah Lupa Sejarah Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono memimpin apel bersama "Bangkit Bersama untuk Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)" yang digelar di depan Patung Bung Karno Plasa Manahan Solo, Sabtu (20/5).

Apel bersama yang diikuti ribuan orang berbagai elemen masyarakat di Kota Solo tersebut dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh tanggal 20 Mei ini, dengan kegiatan pawai dari depan Plasa Manahan Jalan Adi Sucipto menuju ke Benteng Vastenburg Jenderal Sudirman atau berjarak sekitar empat kilometer.

Kapolda Irjen Pol Condro Kirono dalam kesempatan tersebut mengatakan, pihaknya apresiasi semua unsur yang terlibat dalam kegaiatan apel akbar dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional.

"Kita hari ini, menunjukan kepada leluhur kita bahwa kita bangsa yang tidak melupakan sejarah. Kita tahun berdirinya Indonesia diatas keberagaman, suku, agama, ras antargolongan adalah takdir. Kita tahu dari Aceh sampai Papua 1.340 suku yang menghuni," kata Kapolda.

Menurut Kapolda Condro Kirono sebagai warga negara sudah sepakat terbentuknya Negara Indonesia karena keberagaman, sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah menjadi harga mati.

Sumpah Pemuda pada 1928 melekatkan kembali kepada Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai pemuda, Jong Java, Jong Sumatera, Jong Selebes, Jong Maluku, Jong Papua, Jong Sulawesi, semuanya sepakat bahwa bangsa yang satu Indonesia.

"Tanah Air Kita satu Tanah Air Indonesia, dan Bahasa kita satu Bahasa Indonesia," ujar Kapolda Jawa Tengah, menegaskan.

Menurut Irjen Pol Condro Kirono pada 1945 Bung Karno dan Hatta telah mengikrarkan Kemerdekaan Bangsa Indonesia, dan Sabtu ini, warga Kota Solo dan sekitarnya berdiri di depan monumen patung Bung Karno. Beliau melihat bahwa warga Indonesia tidak pernah melupakan sejarah.

"Kita walaupun berdiri di atas keberagaman. Pancasila sudah final sebagai ideologi kita, dan tidak boleh ada yang mengubah, karena dapat mengayomi keberagaman, serta kebijakannya Kebhinekaan," tuturnya.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga Pancasila yang menjadi ideologi untuk mengayom keberagaman Bangsa Indonesia.

"Pada zaman dahulu musuh kita bagaimana bisa mengusir penjajah, dan sekarang musuh kita bagaimana bisa mensejahterakan rakyat," kata Kapolda.

Menurut dia, jangan malah justru setelah reformasi muncul politik aliran yang ingin mementingkan kelompok sendiri. Hal itu, harus direduksi, dan rakyat sudah sepakat momentum ini, bangkit bersama bersatu untuk NKRI.

"Mari kita jaga dan rawat NKRI. Kita harus rawat keberagaman, dan yang kecil kita lindungi serta yang besar kita hargai," tandas Irjen Pol Condro Kirono.

Sumber: ANTARA



Eddy Flo

YOU MAY ALSO LIKE