Investor Tiongkok Lirik Cirebon Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Hermanus Prihatna)

Kepala Bidang Penanaman Modal Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kota Cirebon Icip Suryadi menyampaikan, baru satu investor asing yang tercatat di Kota Cirebon. Investor asal Tiongkok tersebut baru tahun ini menanamkan investasinya senilai Rp3 miliar.

"Selain itu, masih ada satu investor asal Tiongkok lainnya yang menyatakan berminat menanam modal di Kota Cirebon. Hanya, saat ini masih dikaji," kata Icip Suryadi, di Cirebon, Senin (20/3).

Khusus bagi para penanam modal asing (PMA), mereka harus memenuhi segala persyaratan administratif pada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pusat. PMA, di antaranya wajib memiliki izin prinsip penanaman modal dari BKPM pusat. Selain itu, direksi atau pengurus usaha harus mengantongi kartu izin tinggal sementara di Indonesia.

Icip mengaku, tak menarget nilai investasi dari PMA dan hanya menetapkan target pada nilai investasi secara keseluruhan. Tahun ini, nilai investasi Kota Cirebon sendiri ditarget sekitar Rp500 miliar, sama dengan target tahun 2016.

"Pada 2016 realisasi investasi di Kota Cirebon mencapai Rp1,357 triliun dari target sekitar Rp500 miliar," ungkapnya.

Hingga kini, sektor perdagangan dan jasa masih mendominasi realisasi investasi di Kota Cirebon. Berdasar data BPMPPT Kota Cirebon, realisasi investasi sektor perdagangan dan jasa mencapai Rp1,2 triliun, industri Rp19,1 miliar, pariwisata Rp104 miliar, dan sektor pengadaan Rp27,3 miliar.

Namun, ia mengaku pesimistis realisasi investasi tahun ini akan sama nilainya dengan tahun 2016, sekalipun diyakini melebihi target. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi di kota ini telah mencapai titik jenuh akibat keterbatasan lahan.

"Sementara, lahan merupakan faktor signifikan dalam mempengaruhi investasi," ujarnya.

Karena itu, pihaknya berupaya mengintensifikasi lahan-lahan produktif yang ada. Selain itu, pihaknya mencoba menawarkan empat potensi investasi yang menitikberatkan pada eksistensi kawasan pesisir Kota Cirebon.

Zona pesisir yang dibidik sebagai zona ekonomi baru yakni Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, sebagai potensi wisata permainan layaknya Ancol; Pelabuhan Cirebon sebagai potensi industri peti kemas; Pantai Kejawanan sebagai potensi wisata bahari dan kuliner; serta Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, sebagai potensi wisata agro bisnis maupun wisata alam.

Sejauh ini, keempat potensi ekonomi baru itu masih menanti persetujuan lembaga eksekutif maupun legislatif Kota Cirebon.

Berita ini merupakan laporan dari Mauritz, kontributor merahputih.com untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya. Baca juga berita terkait Cirebon: Pria Depresi Tewas Diseruduk Ular Besi


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

YOU MAY ALSO LIKE