Inilah 5 Perbedaan Sinetron Dulu dan Sekarang sumber youtube

Sinema elektronik atau sering disebut sinetron memang sudah menjadi makanan sehari-hari. Karena di setiap channel televisi hampir setiap hari menyuguhkan tayangan yang satu ini. Malah dari berbagai judul yang muncul, mungkin ada yang beranggapan tidak bermutu.

Seiring berkembangnya zaman, sinetron-sinetron pun semakin bervariasi. Meski namanya tetap sinetron, ada beberapa perbedaan yang mencolok antara sinetron dulu dan sekarang. Bagi yang dulu menjadi penggemar sinetron mungkin akan segera tahu perbedaannya.

Kali ini merahputih.com mencoba merangkum beberapa perbedaan yang terjadi pada sinetron dulu dan sekarang.

5. Artis Sinetron Dulu VS Artis Sinetron Sekarang

sumber youtube

Mungkin Anda masih ingat dengan sinetron Si Doel Anak Sekolahan, Lupus ataupun Si Manis Jembatan Ancol. Dari sinetron yang ada, semuanya diisi oleh artis-artis berpengalaman, seperti Rano Karno, Diah Permatasari, Anjasmara, dan sebagainya.

Hadirnya artis-artis berpengalaman ini membuat sinetron lebih berbobot. Apalagi tak sedikit dari mereka yang memang mengenyam pendidikan di bidang sinema.

Jika dibandingkan dengan sekarang, banyak artis-artis pendatang baru yang muncul menghiasi jalannya sinetron. Biasanya, artis tersebut berwajah kebule-bulean alias blasteran. Mereka mencoba keberuntungan di dalam dunia akting.

Sebenarnya tak ada yang salah, namun karena berbedaan pengalaman tersebut, dapat terlihat bila akting yang dilakukan oleh pendatang baru terbilang pas-pasan dan hanya mengandalkan tampang.

4. Soundtrack Sinetron Dulu VS Soundtrack Sinetron Sekarang

Sumber youtube

Perbedaan yang cukup mencolok lainnya dari sinetron dulu dan sekarang ada pada soundtrack-nya. Jika diperhatikan soundtrack sinetron dulu lebih original dan sesuai judul sinetron.

Misal sinetron Tersanjung yang juga memiliki soundtrack Tersanjung, atau sinetron Tuyul dan Mbak Yul yanga juga memiliki soundtrack Tuyul dan Mbak Yul.

Jika kita bandingkan dengan sinetron jaman sekarang, soundtrack yang dipakai memang sudah dikenal lebih dulu dibandingkan sinetronnya. Misal sinetron Tukang Bubur Naik Haji menggunakan lagu Opik yang berjudul Haji.

3. Jalan Cerita Sinetron Dulu VS Jalan Cerita Sinetron Sekarang

sumber youtube

Perbedaan yang cukup mencolok adalah jalan cerita sinetron di dua zaman yang berbeda ini. Di era 90an tema yang diangkat dalam sinetron sangatlah bervariasi. Kita akan menemukan dengan mudah cerita sinetron tentang persahabatan, keluarga hingga kerajaan.

Selain itu semua cerita yang diambil oleh sinetron dulu cederung original. Para penulis sangat gigih untuk membuat karakter original yang belum pernah muncul di layar kaca ataupun layar lebar manapun.

Jika dibandingkan dengan sekarang, tema pada sinetron cenderung monoton. Rata-rata sinetron di layar kaca hanya mengambil tema tentang cinta. Meski ada beberapa tema action ataupun keluarga, tepat benang merahnya adalah percintaan.

Jalan cerita pada sinetron sekarang juga terbilang tidak kreatif. Kalau kita bandingkan sinetron satu dengan sinetron lainnya meski berbeda channel televisi hampir semuanya memiliki cerita yang sama. Tak sedikit juga sinetron yang mengambil atau menjiplak cerita dari negara lain.

2. Jumlah Episode Sinetron Dulu VS Jumlah Episode Sinetron Sekarang

sumber kaskus.co.id

Dulu, kita harus menunggu selama seminggu hanya untuk melihat kelanjutan jalan cerita sinetron. Meski hampir setiap hari ada di layar kaca, sinetron-sinetron tersebut tayang secara bergantian.

Berbeda dengan sinetron jaman sekarang. Hampir setiap hari di jam yang sama tampil untuk merebut hati para penggemar. Dampaknya pun terbilang cukup signifikan. Karena sinetron dulu memiliki waktu yang cukup lama, secara otomatis jalan ceritanya pun lebih membekas dibandingkan dengan sinetron jaman sekarang.

Seringnya sinetron jaman sekarang pun mempengaruhi jumlah episode yang ada. Kalau dulu episode satu sinetron hanya 200 hingga 300, sekarang episode sinetron bisa mencapai ribuan.

1. Sinetron Anak VS Sinetron Cinta Remaja

sumber kaskus.co.id

Masih ingat dengan sinetron Keluarga Cemara? Sinetron yang mengajarkan kita tentang kehidupan sederhana ini memang sangat membekas di hati penontonnya. Selain itu ada pula sinetron Panji Manusia Milenium, Saras 008 hingga Bidadari yang siap menghibur bukan hanya orang tua tapi juga anak-anak.

Sinetron anak biasanya mengambil tema tentang keluarga, persahabatan ataupun superhero. Ceritanya pun tak ada satupun yang membahas tentang cinta sepasang kekasih, sehingga bisa dibilang sinetron ini mendidik dan layak ditonton.

Jika dibandingkan dengan sekarang, sinetron enggan mengambil cerita anak. Munculnya sinetron anak semakin tersingkir oleh perkembangan zaman. Kalaupun ada, sinetron tersebut akan kalah dengan sinetron-sinetron cinta anak remaja.

Bergantinya sinetron anak ke sinetron cinta remaja pun mempengaruhi pola pikir anak jaman sekarang. Tak sedikit pula yang menyalahkan kelakuan anak jaman sekarang yang cenderung negatif karena efek menonton sinetron.

Hadirnya sinetron di layar kaca bukanlah tanpa sebab. Respon penontonlah yang membuat hal itu terjadi. Seorang ibu bisa memarahi anaknya karena mengganti channel televisi yang sedang menayangkan sinetron favorit, atau Ibu bersama anak perempuan menangis sejadi-jadinya saat tokoh utama dalam sinetron terluka. Meski agak sedikit berlebihan, tapi itulah faktanya.

Di tahun 80an, sinetron berjudul "Losmen" yang tayang di TVRI menjadi pelopor munculnya sinetron di layar kaca. Namun, sinetron mulai menemani penggemarnya secara konsisten di era 90an. Saat itu beberapa sinetron mulai bermunculan di televisi-televisi swasta seperti Si Doel Anak Sekolahan, Lupus dan masih banyak lagi.

Sahabat Merahputih, selain pembahasan sinetrin ini, Anda juga bisa membaca artikel Kangen Sinetron Bersahaja dan Cerdas.



Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH