Ini Alasan Gerindra Sodorkan Nama untuk Pansus Angket KPK Warga membawa peti mati saat melakukan aksi unjuk rasa menolak hak angket terhadap KPK di Solo, Jawa Tengah, Rabu (3/5). (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Gerindra akan tetap mengajukan anggotanya untuk masuk dalam panitia khusus (pansus) hak angket terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meski menolaknya.

Anggota DPR Fraksi Gerindra Khaidir Abdurrahman mengatakan, hal tersebut dilakukan sebagai komitmen memperkuat dan mencegah KPK diobok-obok.

"Kita bukan berarti sepakat, tetapi kita tetap pada posisi awal. Kita menolak hak angket ini, namun untuk menjaga agar KPK tidak dibuat di luar daripada on the track, ya kita harus kawal dari dalam," katanya kepada merahputih.com di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (19/5).

Kendati demikian, anggota Komisi IX ini memastikan partai besutan Prabowo Subianto itu tidak akan menyetorkan nama-nama delegasinya dahulu.

"Dalam proses perjalanannya, kawan-kawan dari fraksi yang lain, yang semula begitu getol mengajukan hak angket ini, namun ternyata belakangan kan semakin redup," ucapnya.

"Kita lihat saja nanti, mereka yang getol memperjuangkan (angket), biar mereka dulu (setor nama)," sambung legislator asal Aceh ini.

Khaidir menilai, pansus angket bukan instrumen politik yang tepat dalam rangka mengevaluasi kinerja komisi antirasuah. Sehingga, pengajuan hak tersebut belum tepat dilakukan saat ini.

"Ya kalau ini untuk mengawasi KPK, meningkatkan kinerja KPK dalam rangka memberdayakan mereka saya kira tidak ada masalah. Tetapi dalam konteks ini, kita melihat begitu KPK berbicara menyangkut e-KTP dan ada beberapa anggota dewan yang terlibat, kita melihat arahnya bukan ke sana (evaluasi kinerja KPK)," pungkas Khaidir. (Pon)

Baca juga berita lain terkait penolakan Gerinda terhadap hak angket KPK dalam artikel: Gerindra Yakin Hak Angket KPK Gugur Sendiri


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

YOU MAY ALSO LIKE