Indonesian Salon Culinaire 2017, Kompetisi 750 Ahli Kuliner The 11th Indonesian Salon Culinaire 2017 (Foto Mp/ Irene Gianov)

Murid SMK, mahasiswa, serta profesional restoran dan hotel berbaur dalam perlombaan masak terbesar di Indonesia yang diadakan 2 tahun sekali (bienial) oleh Association of Culinary Professional. The 11th Indonesian Salon Culinaire ini merupakan bagian dari pameran "Food & Hotel Indonesia 2017" yang berlangsung pada Rabu-Sabtu, 5-8 April di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat.

Perlombaan dibagi dalam 27 kelas, yang diikuti sekitar 750 peserta. Tidak hanya Indonesia, peserta juga datang dari luar negeri, seperti Taiwan, Korea, Thailand, dan Malaysia. Demikian pula dengan juri-jurinya yang juga didatangkan dari mancanegara.

Seorang peserta lomba mencicipi masakannya0 (MP/Irene Gianov)

Penilaian dalam The 11th Indonesian Salon Culinaire ini cukup unik. Tidak ada juara pertama, kedua, dan ketiga. Masing-masing peserta akan diberikan medali berdasarkan akumulasi nilai hasil masakan mereka. Bobot penilaian pun lebih berat kepada aspek rasa ketimbang penampilan.

"Menariknya di sini itu kita enggak bersaing dengan orang di sebelah kita, tetapi dengan diri sendiri, bagaimana kita bisa tetap tenang dalam kompetisi. Penilaiannya bukan adu cepat atau adu nilai untuk memperebutkan posisi juara, karena pemenang gold, silver, dan bronze bisa lebih dari satu. Nilai 90-99 mendapat gold, 80-89 silver, 70-79 bronze, 60-69 diploma, dan 100 gold with distinction," cerita Mei, salah seorang komite The 11th Indonesian Salon Culinaire 2017.

Pemenang dari beberapa perlombaan, seperti Bocuse D'or dan Asian Pastry Cup, akan dikirim untuk seleksi Asia Pasifik dan tingkat dunia. Meskipun begitu, peminat paling banyak dari perlombaan ini adalah kelas-kelas untuk chef junior, seperti pasta, kentang, dan seafood.


Tags Artikel Ini

Irene Gianov

YOU MAY ALSO LIKE