Hutan Pinus Pengger, Wisata Alam Alternatif di Bantul Hutan Pinus Pengger, Bantul (MP/Fredy Wansyah)

Bagi Anda yang ingin mengeksplorasi wisata Yogyakarta, mungkin Anda akan mencari salah satu kabupaten yang bisa memuaskan hasrat jalan-jalan Anda. Di benak akan terbesit, Gunungkidul akan pantainya, Sleman akan pegunungannya, Kulonprogo akan pantainya, Kota Yogyakarta akan wahananya.

Nah, Bantul dikenal akan wisata alam hutannya. Di kabupaten ini Anda bisa mengeksplorasi wisata alam hutan.

Pertama dan utamanya ialah Hutan Pinus Mangunan, Dlingo, Bantul, DI Yogyakarta. Selain itu, kini ada wisata alternatif, untuk Anda jadikan target destinasi setelah Pinus Mangunan. Tempat itu ialah Hutan Pinus Pengger.

Begitu Anda mendapati hutan pinus ini, Anda bakalan menaiki tangga yang terbuat dari susunan batu-batu kecil dan kayu. Setelah tak berapa jauh, Anda pun sudah berada di tengah hutan pinus yang cukup rapat ini.

Di sini pengelola menyediakan sejumlah duduk, ayunan, dan juga spot untuk melihat lanskap hutan pinus dari ketinggian. Spot tersebut dibuat dari kayu, dan menjadi andalan pengunjung untuk berfoto di hutan Pinus Pengger ini.

twitter@Devianawidya

Fasilitas di sini terbilang lengkap. Kalau haus atau lapar, ada penjual makanan dan minuman di sekitar kawasan utama. Tempat jualannya dibuat senada dengan hutan pinus, yaitu terbuat dari dominan kayu, dan dengan model lesehan. Selain itu, ada juga fasilitas mushola dan toilet. Sudah pasti Anda akan nyaman dengan banyaknya fasilitasnya meski objek wisata ini baru berjalan setahun.

Hutan Pinus Pengger sebenarnya baru diresmikan pada April 2016. Namun, semua aspek kenyamanan wisatawan dapat dibilang cukup memuaskan.

Tiket masuknya cuma Rp3.000 per orang. Untuk biaya parkir, sama seperti tempat wisata di Bantul. Sepeda motor Rp3.000 dan mobil Rp10.000.

Bagaimana, tertarik mampir ke lokasi ini? Langsung saja catat alamanya, di Dusun Sendangsari, Terong, Dlingo, Bantul, DI Yogyakarta. Posisinya hanya sekitar kurang lebih 7 kilometer dari Hutan Pinus Mangunan.

Artikel ini ditulis berdasarkan liputan Fredy Wansyah, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.



Eddy Flo

YOU MAY ALSO LIKE