HUT 17 Tahun Banteng Muda Indonesia Gelar Pasar Murah Warga Empang Tiga, Kalibata Timur, Jakarta Selatan antri sembako murah dari Banteng Muda Indonesia. (MerahPutih/Fadhli)

Banteng Muda Indonesia (BMI) menggelar kegiatan Pasar Murah di Kawasan Empang Tiga, Kalibata Timur, Jakarta Selatan. Di bawah guyuran hujan warga rela mengantri untuk mendapat barang-barang kebutuhan sehari-hari.

Fatimah (55) menyatakan, acara pasar murah yang digelar oleh BMI itu sangat membantu meringankan kebutuhan warga Jakarta di tengah kondisi harga ekonomi yang saat ini tengah mencekik.

"Saya berterimakasih kepada Banteng Muda Indonesia, pasar murah ini sangat membantu kami yang memang membutuhkan," kata Fatimah yang rela mengantri meskipun diguyur hujan, Senin (20/3)

Senada dengan Fatimah, Suprapto, pria kelahiran Malang, mengaku sangat terbantu dengan kegiatan pasar murah itu. Menurut Suprapto, kegiatan yang diinisiasi oleh ormas BMI itu dapat mengurangi pengeluaran warga yang saat ini selalu mengeluh dengan tingginya harga sembako.

"Kegiatan ini sangat positif dan menolong sekali untuk kami, bayangkan dengan harga Rp20 ribu kita bisa membeli Beras 2 Kg, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 Kg dan mie instan," katanya.

Menanggapi antusias masyarakat, Sekjen DPP BMI H.Antoni Wijaya mengatakan, kegiatan bakti sosial pasar murah yang dilakukan di wilayah Jakarta Selatan itu adalah rangkaian panjang dalam rangka memperingati HUT BMI yang ke-17 tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut adalah salah satu komitmen BMI yang notabene sebagai organisasi sayap partai PDI Perjuangan untuk tetap bergerak bersama rakyat.

"Ini salah satu komitmen kami, bahwa kami selama ini ada karena rakyat, jadi tidak salah kalau peringatan ulang tahun kami yang ke-17 ini kami rayakan bersama rakyat dengan menggelar acara pasar murah untuk rakyat ini," kata H.Antoni.

H.Antoni membantah kegiatan pasar murah itu dikaitkan dengan Pilkada DKI Jakarta. Menurutnya, kegiatan pasar murah ini adalah murni kegiatan sosial sebagai salah satu komitmen organisasi yang harus berjuang bersama wong cilik.

"Ini murni kegiatan sosial. Masalah pilihan warga Jakarta di Pilkada nanti kita serahkan ke masing-masing. Tentu warga Jakarta sudah bisa membedakan mana calon pemimpin yang pantas dan teruji untuk memimpin Jakarta lima tahun ke depan. Jangan salah, warga Jakarta itu warga yang cerdas loh, mereka pasti bisa menentukan pilihan yang pas untuk calon gubernur. Jadi tidak bisa dipengaruhi dengan hal-hal seperti ini," katanya. (Fdi)



Luhung Sapto

YOU MAY ALSO LIKE