Hampir Jadi Korban, Cakra Khan Angkat Lagu Tsunami Pangandaran

Selvi PurwantiSelvi Purwanti - Rabu, 14 Oktober 2015
Hampir Jadi Korban, Cakra Khan Angkat Lagu Tsunami Pangandaran

(Foto: MerahPutih/Venansius Fortunatus)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Artis - Akan memasukan lagu Sunda dalam album terbarunya, penyanyi Cakra Khan mengaku sudah mempersipkannya sejak jauh-jauh hari. Bahkan dirinya mengaku akan lebih fokus dengan lagu-lagu daerah pasundan.

Hal ini dipaparkan oleh Cakra saat ditemui di Lotte Shoping Avenue, Kuningan, selasa (12/10).

"Tahun depan, beberapa lagu sudah saya dapat cuma belum di rekam, sekarang saya utamakan lagu sunda. Sekarang masih latihan dan semoga hasilnya bisa maksimal," serunya.

Cakra Khan sendiri mengaku konsen dengan lagu-lagu Sunda. Hal itu dilakukanya karena amanat dari sang ibu untuk menjaga budaya asal daerahnya.

"Saya ingin memperkuat aja Bahasa Sunda. Sisi lainnya adalah meskipun kita dari daerah tetap jangan lupain asal kita. Meskipun kita berkecimpung di dunia entertainment. Ibu saya pun selalu bilang seperti itu," kenang Cakra.

Lagu Sunda yang menggambarkan tentang tsunami tersebut memberikan kenangan sendiri bagi Cakra. Karena dirinya sendiri hampir saja menjadi salah satu korban dalam peristiwa tersebut.

"Sebenarnya lagu tsunami ini mengingatkan aja karena kita hidup enggak tahu sampai kapan. Lalu perisriwa itu terjadi ketika saya ospek, kalau aja sore itu saya ke pantai. Mungkin saya juga akan jadi korban tsunami. Karena hari itu juga teman satu kelas saya dua puluh orang meninggal," pungkas Cakra. (Rky)

Baca Juga:

  1. Rilis Album Kedua, Cakra Khan Masukan Lagu Sunda
  2. Cakra Khan Cari Beasiswa ke Luar Negeri
  3. Khawatir, Cakra Khan Ingin Temani Ibu Naik Haji
  4. Cakra Khan: Transportasi Umum Jakarta Memprihatinkan
#Tsunami #Cakra Khan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Selvi Purwanti

Simple, funny and passionate. Almost unreal
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Tinggi Gunung Anak Krakatau capai 150 meter usai erupsi September 2026, namun dipastikan aman dari potensi tsunami.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Banten dan Lampung darurat tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Indonesia
BMKG Pastikan Selat Sunda Aman, Potensi Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau Rendah
BMKG mengungkapkan, bahwa potensi tsunami di Selat Sunda tergolong rendah. Hal itu berdasarkan pemantauan data HF Radar.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
BMKG Pastikan Selat Sunda Aman, Potensi Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau Rendah
Indonesia
BMKG Cabut Peringatan Tsunami Setelah Gempa NTT
BMKG mencabut peringatan dini tsunami akibat gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang dimutakhirkan menjadi M 7,0 di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pagi.
Frengky Aruan - Sabtu, 15 Agustus 2026
BMKG Cabut Peringatan Tsunami Setelah Gempa NTT
Indonesia
Tsunami ‘Kecil’ Terjadi di Sejumlah Wilayah Menyusul Gempa M 7,7 NTT
Di Sikka dan Labuan Bajo, NTT, gelombang tsunami masing-masing setinggi 0,19 meter dan 0,36 meter.
Frengky Aruan - Sabtu, 15 Agustus 2026
Tsunami ‘Kecil’ Terjadi di Sejumlah Wilayah Menyusul Gempa M 7,7 NTT
Indonesia
Peringatan Tsunami di NTT, Gempa M7,7 Guncang Nagekeo hingga Dirasakan di Flores
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang sekitar 30 kilometer laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pukul 05.58 WITA.
Frengky Aruan - Sabtu, 15 Agustus 2026
Peringatan Tsunami di NTT, Gempa M7,7 Guncang Nagekeo hingga Dirasakan di Flores
Indonesia
Peringatan Tsunami di Sangihe Dicabut, Kepala BMKG : Tak ada lagi Kenaikan Muka Air Laut
Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat pesisir.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Peringatan Tsunami di Sangihe Dicabut, Kepala BMKG : Tak ada lagi Kenaikan Muka Air Laut
Indonesia
Gempa M 7.7 Sangihe, BNPB Catat Adanya Sejumlah Tsunami ‘Kecil’
Berdasarkan hasil evaluasi alat pemantau muka air laut, gelombang tsunami minor telah terdeteksi di beberapa stasiun pemantau pantai.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Gempa M 7.7 Sangihe, BNPB Catat Adanya Sejumlah Tsunami ‘Kecil’
Indonesia
BMKG Catat Tsunami Gelombang Pertama Gempa M 7,7 di 3 Lokasi, Tingginya Belasan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi gelombang tsunami pertama pascagempa tektonik magnitudo 7,7 di Laut Sulawesi, Senin (8/6) pagi, telah tiba.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
BMKG Catat Tsunami Gelombang Pertama Gempa M 7,7 di 3 Lokasi, Tingginya Belasan
Indonesia
Warga Kepulauan Sangihe Mulai Mengungsi Imbas Peringatan Tsunami Gempa M 7,7
Gempa 7,7 SR di Pantai Selatan Mindanao, Filipina, memicu kepanikan warga Kepulauan Sangihe.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
Warga Kepulauan Sangihe Mulai Mengungsi Imbas Peringatan Tsunami Gempa M 7,7
Bagikan