Gula Pasir Ilegal dari Malaysia Diselundupkan Lewat Nunukan Pengungkapan penggelapan gula rafinasi (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Puluhan ton gula pasir asal Malaysia diselundupkan menggunakan kapal kayu masuk Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara tanpa melalui pemeriksaan bea cukai.

Seorang warga bernama Herman mengatakan kapal kayu bernama KM Anuari seringkali mengangkut barang-barang asal negeri jiran termasuk gula pasir dibongkar di Sungai Jembatan Bongkok Kelurahan Nunukan Timur Kecamatan Nunukan.

"Kapal kayu ukuran besar seringkali bongkar barang-barang yang diselundupkan dari Malaysia disini (Jembatan Bongkok)," ujar dia, Sabtu (25/2). Ia pun mengaku, tidak pernah ada tindakan dari aparat hukum setempat termasuk petugas bea cukai setempat.

Herman mengatakan, Sungai Jembatan Bongkok menjadi pusat pembongkaran barang-barang asal Malaysia yang diduga kuat selundupan itu pada subuh hingga pagi hari.

Warga lainnya juga mengatakan, akibat tidak adanya pemeriksaan dari petugas bea cukai di daerah itu kapal pengangkut barang-barang luar negeri itu seringkali dimanfaatkan menyelundupkan narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi.

Barang-barang asal Malaysia berupa puluhan ton gula pasir, kasur dan bahan makanan lainnya dibongkar dari kapal KM Anuari di Sungai Jembatan Bongkok.

Selain itu, tampak pula ratusan buah penampungan air terbuat dari plastik ukuran 1.500 liter diangkut menggunakan mobil truk yang ditengarai dipasarkan ke daerah lainnya seperti Kabupaten Malinau, Tana Tidung dan Kabupaten Bulungan.

Tampak pula dua petugas Kantor Bea Cukai Kabupaten Nunukan turut mengawasi pembongkaran barang-barang tersebut tanpa melakukan pemeriksaan.

"Barang-barang yang diselundupkan dari Malaysia ini bukan dipasarkan untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Nunukan tapi sebagian besar diangkut lagi menuju daerah lain," sebut warga di lokasi tersebut.

Sumber: ANTARA



Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH