Foto Bersama Mirip JK dan Shamsi Ali Beredar di Internet

Bahaudin MarcopoloBahaudin Marcopolo - Selasa, 08 September 2015
Foto Bersama Mirip JK dan Shamsi Ali Beredar di Internet

Foto selfie Fadli Zon bersama kandidat Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Twitter @fadlizon)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Internet - Beredar foto mirip Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dan Imam masjid New York, Amerika Serikat Shamsi Ali. Foto tersebut beredar dijejaring sosial pada Senin malam (7/8). Dalam foto tersebut keduanya sedang duduk bersebelahan sambil tertawa.

Foto tersebut sempat menjadi perbincangan hangat di Path pada Senin malam. Namun pada Selasa (8/9) keberadaan foto tersebut di jejaring sosial sudah hilang. Dalam foto tersebut nampak seorang mirip Wapres Jusuf Kalla yang menggunakan pakaian batik berwarna merah dan sedang memegang kertas. Sedangkan sosok mirip Shamsi Ali mengenakan kemeja biru.

Hingga kini belum diketahui siapa pengunggah foto tersebut ke jejaring sosial. Dalam foto juga tidak tertera keterangan lokasi dimana foto tersebut diambil. Kuat dugaan foto mirip Wapres JK dan Shamsi Ali diambil di salah satu kabin maskapai.

Diberitakan merahputih.com sebelumnya nama Shamsi Ali menjadi tenar dan dibicarakan publik tanah air lantaran ia mengkritik keras Ketua DPR RI Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon saat menghadiri kampanye bakal calon Presiden dari Partai Republik Donald Trump di Amerika Serikat beberapa waktu silam. Shamsi menilai kehadiran Setya Novanto dan Fadli Zon dalam acara kampanye Donald Trump sangat tidak etis dan merendahkan martabat bangsa.

Kritik keras yang disampaikan Shamsi Ali membuat Fadli Zon berang dan berencana melakukan somasi kepada pria kelahiran Tanah Toa, Sulawesi Selatan pada tahun 1968 itu. Sementara itu Setya Novanto melalui Fraksi Partai Golkar sudah meminta maaf terkait kunjungan dirinya dalam kampanye bakal calon Presiden AS dari Partai Republik.

Seperti yang dilansir BBC, Shamsi Ali lahir dengan nama Mohammed Utteng Ali merupakan anak ketiga dari enam bersaudara yang dianggap sebagai salah satu tokoh agama terkemuka di New York. Shamsi Ali merupakan imam masjid kota New York kelahiran Tanah Toa, Sulawesi Selatan tahun 1968.

Tahun 1988 Shamsi Ali meninggalkan Indonesia untuk bersekolah di Islamic University di Pakistan kemudian pindah ke Arab Saudi untuk mengajar. Tahun 1996 mulai bekerja di perwakilan Indonesia untuk PBB di New York dan menjadi imam masjid Al-Hikmah.

Di luar kegiatan dakwah di masjid, kampus, dan komunitas, Shamsi Ali mengajar staf FBI dan anggota Kongres di Washington tentang hubungan antar agama. Shamsi Ali juga diminta oleh Duta Besar Indonesia untuk PBB untuk membangun dan mengelola masjid Indonesia di New York.

Shamsi Ali dikenal sebagai pribadi yang mudah bergaul dengan orang dari berbagai kalangan. Tak heran jika Shamsi Ali juga berteman dengan mantan presiden AS George W Bush hingga Oprah Winfrey. Hanya selang beberapa hari setelah peristiwa 11 September 2001, kota New York memilihnya untuk mewakili komunitas Muslim untuk mengunjungi lokasi kejadian.

Berbeda dengan tokoh agama lainnya, Shamsi Ali menyukai musik rap dan hip hop, meskipun banyak dari rekan-rekannya yang konservatif untuk melarang musik gaul itu.Kini Shamsi Ali lebih memilih berkhotbah dengan jamaah terbatas di Masjid Al-Hikmah New York daripada berkhotbah ke keliling beberapa masjid di seantero negeri Paman Sam.

BACA JUGA:  

Ini Jawaban Lengkap Shamsi Ali Tanggapi Ancaman Somasi Fadli Zon 

Mengenal Shamsi Ali, Imam Masjid yang Kritik Fadli Zon dan Setya Novanto 

Imam Shamsi Ali Sudahi Perseteruan dengan Fadli Zon  

Ruhut Benarkan Rencana Penggulingan Setya Novanto

#Jusuf Kalla #Donald Trump #Fadli Zon #Shamsi Ali
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Bahas Tarif Trump dan Impor Energi, Menko Airlangga Datangi KPK
Trump meminta Indonesia memberikan akses pada sumber daya alam, mineral serta meminta Indonesia membeli minyak dari Amerika.
Alwan Ridha Ramdani - 25 menit lalu
Bahas Tarif Trump dan Impor Energi, Menko Airlangga Datangi KPK
Dunia
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan baru berupa tarif sebesar 25 persen terhadap semua negara yang masih menjalin perdagangan dengan Iran.
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Januari 2026
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Dunia
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Tangkapan layar di Truth Social yang dibuat seperti biografi Wikipedia, mengklaim Trump sebagai presiden sementara Venezuela mulai Januari 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Dunia
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
Kekacauan di Iran sendiri dipicu oleh ambruknya nilai tukar Rial yang menyebabkan inflasi hebat
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Januari 2026
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
Dunia
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Keputusan ini menandai sikap tidak setuju atas ambisi Trump yang kian meluas di belahan Barat.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Dunia
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Meski begitu, Gedung Putih tidak segera memberikan tanggapan ketika dimintai keterangan tambahan terkait dengan pertemuan tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Dunia
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
AS mengklaim mendukung para pengunjuk rasa damai di seluruh dunia, termasuk di Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Januari 2026
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
Dunia
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Disebut tidak lagi melayani kepentingan Amerika dan mendorong agenda yang tidak efektif atau bersifat bermusuhan.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Dunia
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Trump akan melakukan hal itu dengan mengandalkan blokade laut serta ancaman penggunaan kekuatan lebih lanjut.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Dunia
Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
Trump mengatakan uang hasil penjualan akan berada di bawah kendalinya dan digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
 Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
Bagikan