Fadhil Indra: Indonesia Belum Bisa Fokus Menata Negara
Keyboardist deklarasi Salina di Jakarta Utara, Senin (17/8). (Foto: MerahPutih/Achmad)
MerahPutih Budaya - Musisi Fadhil Indra mengatakan, saat ini Indonesia belum bisa fokus menata kenegaraan. Menurut salah satu pentolan band beraliran rock progresif, Montecristo, ini, Indonesia yang memiliki laut yang sangat luas belum bisa dimanfaatkan dengan baik.
"Peraturan saat ini belum bisa mendukung. Karena engga ada fokus, serabutan. Contoh gua bisa maen drum, maen gitar, maen keyboard lo abisin semua? Kalau fokus lo jadi ekspert. Jadi nanti jago-jago laut ada di Indonesia," ujar Fadhil kepada Merahputih.com saat acara deklarasi Satu Laut Indonesia (Salina) di Museum Bahari, Jakarta, Senin (17/8).
Namun, terlenanya masyarakat Indonesia mengenai sumber daya alam laut juga tak lepas dari sejarah. Lanjutnya, masyarakat Indonesia telah tergiur oleh iming-iming VOC saat datang ke Indoneaia
"Kita engga lepas dari sejarah. Perjanjian Giyanti itu propaganda Belanda. Karena ada iming-iming yaitu VOC akan membeli mahal untuk hasil tanam. Sehingga para pelaut lari ke darat untuk menanam rempah-rempah," ucapnya. (yni)
Baca Juga:
Komunitas Keyboardist Deklarasi Satu Laut Indonesian di Hari HUT RI
Kebahagian Ridwan Kamil Saat Rayakan HUT RI Ke-70 Bersama Warga
Bagikan
Fredy Wansyah
Berita Terkait
Album 'BEFORE I FORGET' Jadi Pernyataan Paling Personal The Kid LAROI
Samsons Tutup 2025 dengan Single Hangat 'Tentang Kita', Simak Lirik Lagunya
The Funeral Portrait Rilis EP 'Dark Thoughts', Angkat Tema Personal dan Solidaritas
Dari Sabaton hingga Yellowcard, Better Noise Music Panen Prestasi di 2025
James Alyn HYBS Gandeng PREP Rilis Single Penuh Harapan 'Don’t Worry', Simak Lirik Lengkapnya
Earhouse Buka Ruang Kolaborasi Pergerakan Komunitas Seni
Allan Andersn Rilis Single 'Senafas', Kolaborasi Internasional dengan Komposer Malaysia
100 Musisi Bersatu Gelar Konser Amal Heal Sumatra untuk Korban Bencana Aceh, Sumbar, dan Sumut
Five Finger Death Punch Rayakan 20 Tahun dengan Album 'Best Of – Volume 2'
Studi Terbaru Ungkap Popularitas Berpotensi Turunkan Harapan Hidup Musisi, Gaya Hidup dan Kesibukan Tur Jadi Faktornya