Dua Peristiwa Penting di Bulan Ramadan

Bahaudin MarcopoloBahaudin Marcopolo - Rabu, 01 Juli 2015
Dua Peristiwa Penting di Bulan Ramadan

Umat Islam Sedang Berdoa Khusyuk (Antara Foto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Ibadah Puasa adalah salah satu dari rukun Islam. Perintah puasa sendiri tertera dalam Surat Al-Baqarah ayat 183. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa perintah menjalankan ibadah puasa diwajibkan bagi orang-orang beriman. Kewajiban puasa juga diwajibkan kepada umat terdahulu. Tujuan utama puasa adalah untuk menjadi orang bertakwa.

Selain perintah menjalankan ibadah puasa, bulan Ramadan juga memiliki beberapa keistimewaan. Diantaranya bulan turunnya Al-Quran dan satu malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Peristiwa turunnya Al-Quran di bulan Ramadan disebut dengan Nuzulul Quran. Sebagain besar umat Islam yakin bahwa Al Quran diturunkan pada tanggal 17 Ramadan. Namun demikian sejumlah ulama menyebutkan bahwa Al Quran diturunkan pada tanggal 24 Ramadan.

Salah satu ulama yang menyebut Al Quran diturunkan pada tanggal 24 Ramadan adalah Imam Ahmad. Dalam Kitab Musnad Imam Ahmad dijelaskan bahwa Al Quran diturunkan pada tanggal 24 Ramadan.

Terlepas dari perbedaan pendapat diatas. Al Quran adalah mukjizat utama kanjeng Nabi Muhammad Saw. Dalam kitab tersebut dijelaskan persoalan keimanan, yang berhubungan antara Khaliq dengan Makhluk. Umat Islam juga wajib percaya dengan hal-hal yang bersifat ghaib semisal beriman kepada Malaikat, kitab, dan percaya kepada hari akhir.

Meski sudah berusia 1.400 tahun lebih, hingga kini kemurnian kitab suci Al Quran masih terus terjaga.

Peristiwa penting lain yang terjadi pada bulan Ramadan adalah datangnya Malam Lailatul Qadar. Sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Tidak ada satu orangpun yang tahu kapan jatuhnya Malam Lailatul Qadar. Kanjeng Nabi Muhammad Saw hanya memberika ciri-ciri turunnya malam yang dinilai lebih baik dari 1.000 bulan.

Malam Lailatul Qadar jatuh pada hari-hari ganjil di periode 10 hari terakhir bulan Ramadan. Menurut Pakar Tafsir Universitas Al Azhar, Mesir Dr. HM. Muchlis Hanafi menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar memiliki banyak keistimewaan, sebab pada malam tersebut Malaikat Jibril turun ke bumi dengan membawa rahmat dan keberkahan.

Ciri-ciri umum yang dipahami masyarakat awam adalah pada malam tersebut suasana begitu tenang dan hening namun tidak mencekam. Kemudian pada pagi harinya matahari tidak terlalu panas.

Namun demikian Muchlis menilai tanda-tanda alam tersebut tidak dapat dipastikan akurasinya, selain itu tidak ada hadits shahih yang menjelaskan secara detail ciri-ciri turunnya Malam Lailatul Qadar.

Ditepi lain cendikiawan Islam terkemuka Nasaruddin Umar meyakini betul bahwa Malam Lailatul Qadar betul-betul ada dan bukan sebatas kiasan. Keyakinan tersebut berdasarkan Sirah Nabawiyyah (sejarah nabi) yang menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar hanya terjadi sekali setahun dan di bulan Ramadan.

Terlepas dari perbedaan itu semua, tidak ada satupun yang mahkluk yang mengetahui kapan datangnya malam Lailatul Qadar. Semoga kita dipertemukan dengan Lailatul Qadar. (Dari berbagai sumber)

BACA JUGA:

Bulan Ramadan, Industri Jilbab Terus Meningkat

Masih Menyusui, Shireen Ingin Berpuasa di Bulan Ramadan

Pemerintah Antisipasi Peningkatan Kebutuhan Bahan Pokok Ramadan

Jokowi-JK Hadiri Buka Puasa Bersama di Kediaman Ketua MPR

Masjid Riyadussolihin Peninggalan Sunan Kalijaga, Benarkah?

#Lailatul Qadar #Bulan Ramadan
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar Menurut Hadis Nabi, Salah Satunya Matahari Terbit Tanpa Sinar Menyilaukan
Simak tanda-tanda malam Lailatul Qadar menurut hadis Nabi Muhammad SAW, mulai dari matahari terbit tanpa sinar menyilaukan hingga malam yang terasa sejuk.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 14 Maret 2026
Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar Menurut Hadis Nabi, Salah Satunya Matahari Terbit Tanpa Sinar Menyilaukan
Fun
Doa Malam Lailatul Qadar yang Dianjurkan Nabi Muhammad: Arab, Latin, dan Artinya
Simak doa malam Lailatul Qadar yang diajarkan Nabi Muhammad kepada Aisyah. Arab, latin, arti, serta amalan yang dianjurkan pada 10 malam terakhir Ramadan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 14 Maret 2026
Doa Malam Lailatul Qadar yang Dianjurkan Nabi Muhammad: Arab, Latin, dan Artinya
Indonesia
Kirab Hajat Ndalem Malam Selikuran, Tradisi Sambut Lailatulkadar
Tradisi Malam Selikuran telah ada sejak PB X untuk menyambut Lailatulkadar.
Dwi Astarini - Selasa, 10 Maret 2026
Kirab Hajat Ndalem Malam Selikuran, Tradisi Sambut Lailatulkadar
Lifestyle
Lailatulkadar: Arti, Keutamaan, dan Makna Malam Penuh Kemuliaan di Bulan Ramadan
Keutamaannya begitu besar sehingga muslim di seluruh dunia berlomba-lomba meningkatkan ibadah demi meraih keberkahannya.
Dwi Astarini - Minggu, 01 Maret 2026
Lailatulkadar: Arti, Keutamaan, dan Makna Malam Penuh Kemuliaan di Bulan Ramadan
Lifestyle
Hari Puasa ke-21 Ramadan 1447 H: Simak Perhitungan Lengkapnya
Cek hari puasa ke-21 Ramadan 1447 H versi pemerintah dan Muhammadiyah. Simak juga jadwal 10 hari terakhir dan prediksi Lebaran 2026.
ImanK - Sabtu, 28 Februari 2026
Hari Puasa ke-21 Ramadan 1447 H: Simak Perhitungan Lengkapnya
Tradisi
Mengenal Tradisi Jaburan, Budaya Berbagi Makanan saat Ramadan di Tanah Jawa
Jaburan adalah tradisi berbagi makanan saat Ramadan di Jawa. Simak asal-usul, makna, dan nilai sedekah di balik tradisi ini.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 24 Februari 2026
Mengenal Tradisi Jaburan, Budaya Berbagi Makanan saat Ramadan di Tanah Jawa
Indonesia
MUI ‘Haramkan’ Sweeping Tempat Makan yang Buka Siang Hari saat Bulan Ramadan
“Pentingnya sikap saling menghormati antarumat beragama, sehingga tidak diperlukan tindakan sepihak,” kata Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas.
Frengky Aruan - Rabu, 18 Februari 2026
MUI ‘Haramkan’ Sweeping Tempat Makan yang Buka Siang Hari saat Bulan Ramadan
Indonesia
Breaking News: Pemerintah Tetapkan Puasa Ramadan 2026 Jatuh Kamis 19 Februari
Keputusan pemerintah tahun ini berbeda dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang telah menetapkan awal Ramadan satu hari lebih awal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 17 Februari 2026
Breaking News: Pemerintah Tetapkan Puasa Ramadan 2026 Jatuh Kamis 19 Februari
Indonesia
Pemprov DKI Ingatkan Ormas Jangan Jadi 'Superhero' di Siang Bolong Saat Ramadan
Chico Hakim menambahkan bahwa tindakan main hakim sendiri berpotensi melanggar ketertiban umum
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Februari 2026
Pemprov DKI Ingatkan Ormas Jangan Jadi 'Superhero' di Siang Bolong Saat Ramadan
Indonesia
Potensi Perbedaan Awal Ramadhan, Ketum MUI: Itu Dinamika Ijtihad, Jangan Saling Mengkafirkan
Kiai Anwar menyoroti bahwa keragaman dalam menentukan awal puasa justru menunjukkan sisi egaliter kehidupan beragama di Indonesia
Angga Yudha Pratama - Kamis, 12 Februari 2026
Potensi Perbedaan Awal Ramadhan, Ketum MUI: Itu Dinamika Ijtihad, Jangan Saling Mengkafirkan
Bagikan