Dua Anak Megawati Masuk DPP PDIP

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 10 April 2015
Dua Anak Megawati Masuk DPP PDIP

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kiri) mengumumkan pengurus inti PDIP dengan latar depan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (tengah) dan Ketua Bidang Ekonomi Kreatif Prananda Prabowo. (Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Politik - Kongres ke IV PDI Perjuangan di Bali akhirnya menetapkan susunan Dewan Pengurus Pusat periode 2015-2020. Tidak ada wajah baru, kecuali dua anak Megawati Soekarnoputri memperkuat posisi lingkaran elite PDIP.

Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, Megawati Soekarnoputri dikukuhkan kembali sebagai pimpinan tertinggi partai berlambang banteng moncong putih ini untuk periode 2015-2020. Putri proklamator Sukarno ini telah mengemban posisi ketua umum PDIP sejak 1999. Bahkan, lebih lama kalau
dihitung sejak Munas Surabaya 1993 yang mendaulat Megawati sebagai PDI Pro Mega untuk menandingi PDI Pro Soeryadi yang dibekingi rezim Soeharto.

Boleh jadi, Megawati adalah ketua umum partai politik terlama di dunia seperti halnya Fidel Castro di Kuba, Hugo Chavez di Venezuela, dan Kim Jong Ill di Korea Utara.

Megawati dikukuhkan dalam rapat pleno Kongres yang dipimpin Frans Lebu Raya, Kamis kemarin. Selain sebagai ketua umum terpilih, Megawati ditugaskan sebagai formatur tunggal untuk menyusun kepengurusan partai.(Baca: Megawati Kerap Ditikam Lawan Politiknya)

Adapun susunan DPP PDI Perjuangan 2015-2020 kali ini tidak mengalami banyak perubahan kecuali nama Puan Maharani kembali masuk jajaran kepengurusan, anak laki-laki Megawati, Prananda Prabowo akhirnya masuk dalam DPP PDIP sebagai Ketua bidang Ekonomi Kreatif. Tokoh muda PDIP Maruarar Sirait terpental dari kepengurusan inti DPP, begitu pula tidak ada nama Sidharto Danusubroto dan Effendi Simbolon. Posisi Sekjen akhirnya dipegang Hasto Kristiyanto menggantikan Tjahjo Kumolo.(Baca: Tiga Fakta tentang PDIP)

Berikut susunan lengkap pengurus DPP PDI Perjuangan 2015-2020:

Ketua Umum: Megawati Soekarnoputri
Kehormatan: Komarudin Watubun
Pemenangan Pemilu: Bambang DH
Ideologi dan Kaderisasi: Idham Samawi
Kenaggotaan: Djarot Syaiful Hidayat
Polkam: Puan Maharani
Hukum dan Perundang-undangan: Trimedya Panjaitan
Ekonomi: Prof Hendrawan Supratikno
Kehutanan dan Lingkungan Hidup: M Prakosa
Kemaritiman: Rokhmin Dahuri
Hubungan Internasional: Andreas Hugo Pareira
Sosial dan Penanggulangan Bencana: Dr Ribka Tjiptaning
Buruh Tani dan Nelayan: Mindo Sianipar
Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak: Sri Rahayu
Pendidikan dan Kebudayaan: I Made Urip
Koperasi dan UKM: Nusyirwan Soedjono
Pariwisata: Yanti Sukamdani
Pemuda dan Olah Raga: Sukur Nababan
Keagamaan dan Kepercayaan: Hamka Haq
Ekonomi Kreatif: Prananda Prabowo

Sekjen: Hasto Kristiyanto
Wasekjen bid Internal: Utut Adianto
Wasekjen bid Kerakyatan: Eriko Sotarduga
Wasekjen bid Program Pemerintahan: Ahmad Basarah

Bendahara: Olly Dodokambey
Wakil Bendahara bid Internal: Rudianto Tjen
Wakil Bendahara bid Eksternal: Juliari Batubara

 

#Partai Politik #Megawati Soekarnoputri #Kongres PDIP
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Bagikan