Djarot Saiful Hidayat: Jangan Sampai Gunakan Isu SARA, Tidak Baik Pasangan Ahok-Djarot bersama Megawati (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Memasuki masa kampanye putaran kedua Pilgub DKI, Wakil Gubernur DKI Jakarta nonaktif Djarot Saiful Hidayat agak gusar dengan isu SARA dalam masyarakat Jakarta. Mantan wali kota Blitar ini menyesalkan segelintir orang yang mengusung isu SARA dalam kampanye.

"Jangan sampai gunakan isu SARA, tidak baik, 'kan masih juga terjadi," katanya pada wartawan saat ziarah di makam mantan Presiden Soekarno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Kamis (9/3) malam .

Djarot Saiful Hidayat mengaku prihatin karena masih ada yang memanfaatkan isu SARA menjelang pelaksanaan pemilihan gubernur putaran kedua yang akan berlangsung 19 April mendatang.

Sejumlah isu SARA yang menyerang pasangan Ahok-Djarot beredar di media sosial, terutama meme yang mengajak warga DKI Jakarta menolak memilih Ahok. Apalagi meme tersebut sudah menjadi viral di media sosial.

"Inilah sebetulnya kebebasan di medsos (media sosial), kalau menurut saya di luar batas-batas demokrasi, makanya saya datang ke makam Bung Karno ingin mengambil spiritnya. Saya ke ibu saya ambil spirit sambil berdoa, ke bapak juga berdoa," kata Djarot Saiful Hidayat.

Sementara itu di tempat terpisah, Gubernur DKI Jakarta nonaktif Ahok dengan santai menanggapi pernyataan pasangan Anies-Sandi yang akan menjadikan para mantan gubernur DKI Jakarta sebagai penasihat mereka jika terpilih nanti.

"He...he..he.. terima kasih, "ujar Ahok sambil tertawa saat ditanya awak media di Jakarta Barat, Kamis (9/3).

Sebelumnya Sandiaga Uno melontarkan gagasan untuk merangkul para mantan gubernur sebagai penasihat agar tetap menjaga kontinuitas pembangunan.

"Menurut saya nanti di kepemimpinan Mas Anies dan Sandi, kita juga harus merangkul, termasuk Pak Basuki, nanti kita harus ajak sama-sama memikirkan. Supaya continuity, enggak ganti gubernur, semua ganti," kata Sandiaga.

Sumber: ANTARA



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH