Dipicu Faktor Eksternal, Rupiah Kini Rp13.821 per Dolar AS

Luhung SaptoLuhung Sapto - Rabu, 07 Oktober 2015
Dipicu Faktor Eksternal, Rupiah Kini Rp13.821 per Dolar AS

Petugas menghitung pecahan Dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (12/8). (Foto Antara/Rivan Awal Lingga)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Keuangan - Pergerakan nilai tukar rupiah terus menguat. Rupiah meninggalkan kisaran Rp14.000 per dolar AS pada penutupan sore. 

Menurut data Bloomberg, Rabu (7/10) sore nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat Rp13.821 per dolar AS. Kurs rupiah menguat dibandingkan penutupan kemarin di posisi Rp14.204 per dolar AS.

Sedangkan data Yahoo Finance, kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup di posisi Rp13.795 per dolar AS menguat 522 poin atau setara 3,65 persen.   

Menurut Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (JISDOR) nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp14.065 per dolar AS.

Seiring penguatan rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ditutup menguat 41,35 poin atau setara 0,9 persen ke posisi 4.487. Begitu halnya dengan indeks saham unggulan LQ45 yang naik 7,77 poin ke 767. Serta JII yang menguat 5,87 poin ke 602.

Semua sektor menguat keculai sektor konsumer dan perkebunan. Sektor konsumer turun 24,27 poin sedangkan sektor perkebunan melemah 9,09 poin.

Volume transaksi perdagangan saham sore ini ditutup sebanyak 4,9 miliar lembar saham senilai Rp5,3 triliun. Sementara itu, sebanyak 196 saham menguat, 110  saham melemah, 92 saham stagnan, dan 160 saham tidak ada perdagangan. (Luh)

Baca Juga

  1. Rupiah Menguat Paling Tajam di Asia
  2. IHSG Masih Bercokol di Zona Hijau
  3. Rupiah Perkasa di Level Rp14.207 per Dolar AS
  4. Harga Emas Turun Rp4.000 per Gram
  5. Rupiah Ditutup Menguat Rp14.241 per Dolar AS
#Rupiah Menguat #Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar AS #IHSG #Kurs Rupiah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
IHSG Terbang Tinggi Jelang Akhir Pekan, Ratusan Emiten Kompak Menghijau Dongkrak Indeks LQ45
Sentimen positif tambahan berasal dari pelambatan data ketenagakerjaan nonfarm payrolls (NFP) AS
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 Juli 2026
IHSG Terbang Tinggi Jelang Akhir Pekan, Ratusan Emiten Kompak Menghijau Dongkrak Indeks LQ45
Indonesia
IHSG Hari Ini Ngamuk ke Zona Hijau Lompat Lewati Level 5.800, Saham LQ45 Ikut Melesat Ikuti Tren Asia
Langkah berani pemerintah mempercepat pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) melalui RUU PFII juga memanen sentimen positif
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 Juli 2026
IHSG Hari Ini Ngamuk ke Zona Hijau Lompat Lewati Level 5.800, Saham LQ45 Ikut Melesat Ikuti Tren Asia
Indonesia
Dolar Amerika Perkasa Tabrak Rupiah, Pergerakan IHSG Kamis Pagi Tawarkan Sedikit Harapan
Kelompok saham berkapitalisasi besar ikut mendorong laju indeks sektoral berada pada zona hijau
Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 Juli 2026
Dolar Amerika Perkasa Tabrak Rupiah, Pergerakan IHSG Kamis Pagi Tawarkan Sedikit Harapan
Indonesia
IHSG Hari Ini Berhasil Lolos dari Kutukan Zona Merah, Indeks LQ45 Tetap Perkasa Naik Menembus Level 556
Menurunnya kinerja sektor manufaktur tidak menghalangi laju kelompok saham barang baku untuk memimpin penguatan sebesar 2,81 persen
Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 Juli 2026
IHSG Hari Ini Berhasil Lolos dari Kutukan Zona Merah, Indeks LQ45 Tetap Perkasa Naik Menembus Level 556
Indonesia
Dana Asing Makin Keluar dari Indonesia, Rupiah Makin Tertekan
Dari data juga menunjukan, sentimen global, ketidakpastian masih tinggi mengenai potensi kesepakatan damai di Timur Tengah.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 Juli 2026
Dana Asing Makin Keluar dari Indonesia, Rupiah Makin Tertekan
Indonesia
IHSG Hari Ini Jeblok Tipis Saat Pembukaan, Kebijakan B50 Siap Jadi Penyelamat Saham Sektor Sawit
Beban berat pasar saham dalam negeri datang dari penguatan indeks dolar Amerika Serikat (DXY) menuju posisi 101,26
Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 Juli 2026
IHSG Hari Ini Jeblok Tipis Saat Pembukaan, Kebijakan B50 Siap Jadi Penyelamat Saham Sektor Sawit
Indonesia
Rupiah Amblas Dekati Rp18.000 Per Dolar AS, Investor Asing Kuras Pasar Saham Domestik
Dari pasar internasional, pelaku ekonomi terus memantau dinamika politik Timur Tengah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 Juli 2026
Rupiah Amblas Dekati Rp18.000 Per Dolar AS, Investor Asing Kuras Pasar Saham Domestik
Indonesia
IHSG Hari Ini Jeblok Saat Wall Street Pesta Pora, Investor Saham Ramai-Ramai Tahan Duit
Investor global saat ini memfokuskan perhatian pada rilis data ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payrolls) guna membaca arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS
Angga Yudha Pratama - Selasa, 30 Juni 2026
IHSG Hari Ini Jeblok Saat Wall Street Pesta Pora, Investor Saham Ramai-Ramai Tahan Duit
Indonesia
Rupiah dan IHSG Kompak Melemah, Stabilitas Makroekonomi Jangka Pendek Jadi Kunci
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menegaskan pentingnya menjaga stabilitas makroekonomi dalam merespons dinamika global yang penuh ketidakpastian.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Juni 2026
Rupiah dan IHSG Kompak Melemah, Stabilitas Makroekonomi Jangka Pendek Jadi Kunci
Indonesia
IHSG Hari Ini Longsor ke Level 5.801 Bareng Indeks Saham LQ45, Rupiah Keok Dekati Rp18.000 Per Dolar AS
Tekanan eksternal membuat posisi mata uang Garuda sulit keluar dari zona merah pada perdagangan jangka pendek
Angga Yudha Pratama - Selasa, 30 Juni 2026
IHSG Hari Ini Longsor ke Level 5.801 Bareng Indeks Saham LQ45, Rupiah Keok Dekati Rp18.000 Per Dolar AS
Bagikan