Diajak Rekonsiliasi, Djarot: Kita Tidak Pernah Punya Musuh Djarot Saiful Hidayat (ketiga kanan) saat menggelar kampanye terbuka Pilgub DKI Jakarta di Pesanggrahan, Pademangan III, Jakarta Utara, Kamis (23/3). (MP/John Abimanyu)

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menilai tidak perlu ada rekonsiliasi pasca Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu. Pasalnya, ia mengaku tidak pernah menganggap lawan politiknya sebagai musuh.

"Rekonsiliasi seperti apa? Kita tidak pernah merasa punya musuh, meraka kami anggap saudara sebangsa, setanah air. Jadi menurut saya, mari kita memandang semua saudara, harus saling menghormati dan menghargai," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (18/5).

Djarot pun heran bila GNPF MUI mengajak kubu Ahok-Djarot untuk berdamai.

"Saya merasa aneh, kami tidak berbuat macem-macem kok diajak rekonsiliasi," ujarnya.

Menurutnya, kelompok yang melakukan aksi penolakan terhadap Ahok-Djarot saat Pilkada lalu adalah saudara dan tidak pernah dianggap sebagai musuh.

"Kita memandang semua saudara, harus saling menghormati dan menghargai. Makanya, hati-hati ketika melakukan tindakan gerakan dan sebagainya," imbuh Djarot.

Sebagai saudara sebangsa, Djarot berharap tidak ada lagi peristiwa yang melanggar nilai-nilai Pancasila, sepatutnya kita kembali mengamalkan ideologi bangsa.

"Kita itu negara Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika. Saya mengalami bagaimana ketika saya salat di banyak masjid, padahal kita sesama muslim, ya enggak? Marilah kita kembali ke jiwa Pancasila bahwa negara kita Bhinneka Tunggal Ika," tuntasnya. (Fdi)

Baca juga berita lain terkait dalam artikel: Usai Pelantikan Anies-Sandi Akan Melakukan Rekonsiliasi



Zulfikar Sy

YOU MAY ALSO LIKE