Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris, Pengamat: Mereka itu Orang Lama

Aang SunadjiAang Sunadji - Senin, 09 Maret 2015
Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris, Pengamat: Mereka itu Orang Lama

Foto Ilustrasi (Antara Foto//REUTERS/Thaier Al-Sudani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional- Satuan Datasemen Khusus 88/Anti Teror Mabes Polri, Minggu (8/3) menangkap dua orang terduga teroris di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Kedua terduga teroris berinisial Is warga desa Masamba dan RM warga Kelurahan Kasiguncu.

Dari tangan dua orang terduga teroris polisi mengamankan sepucuk senjata rakitan, sebuah magasin, puluhan butir peluru, sebuah bendera ISIS dan beberapa sepeda motor. Kedua terduga teroris tersebut diduga kuat merupakan jaringan Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Abu Santoso.

Menanggapi hal tersebut pengamat teroris, Wawan Purwanto menjelaskan, bahwa kedua orang terduga terosis yang ditangkap Densus 88/Anti Teror adalah jaringan lama yang kini masih terus beroperasi dan menyebarkan ide dan paham negara Islam.

"Mereka itu orang lama, bukan sel baru," kata Wawan saat dihubungi merahputih.com, Senin (9/3). (Baca: Densus 88 Antiteror Bawa 6 Terduga Teroris Poso ke Jakarta)

Wawan yang juga tim ahli di Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menambahkan untuk mereduksi bibit-bibit radikalisme atas nama agama, pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan banyak lembaga, mulai dari Kementerian Agama, Organisasi Kepemudaan hingga organisasi keagamaan dan sosial masyarakat.

Namun demikian bukan perkara mudah untuk melakukan deradikalisasi dan mengikis gerakan radikal di tanah air. Terlebih prinsip-prinsip dan ajaran Islam dengan cara kekerasan dan radikal sudah mendarah daging dan diyakini betul oleh kelompok Mujahidin tersebut.

"Yang jelas butuh proses dan edukasi panjang. Kenapa? sebab ini kan soal keyakinan. Tidak semudah membalikkan telapak tangan," tandas Wawan.

Seperti diberitakan sebelumnya Densus 88 Antiteror pada tanggal 4 Maret 2015 telah menangkap 4 orang warga Poso, Sulawesi Tengah yang diduga kuat sebagai anggota teroris dan bergabung dengan Majelis Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Abu Santoso. Keempat orang yang ditangkap tersebut adalah Ar, Ml, dan AH yang merupakan warga Desa Masamba, serta MH yang merupakan warga Kecamatan Poso Pesisir. (Baca: Densus 88 Tembak Mati Tersangka Teroris di Sulawesi)

Saat ini Polri masih melaksanakan Operasi Camar Maleo 2015 yang fokus untuk menangkap kelompok teroris, dan berupaya memutus jaringan simpatisan kelompok bersenjata di Kabupaten Poso.Dalam operasi gabungan tersebut sebanyak 1.300 personel gabungan TNI dan POlri dikerahkan.

Selama operasi yang berlangsung lebih satu bulan itu, aparat keamanan berhasil menyita puluhan amunisi, selongsong peluru, bahan peledak dan sejumlah alat bukti lainnya yang diduga milik kelompok teroris. (bhd)

#Penangkapan Teroris #Ancaman Teroris #Densus 88
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Aang Sunadji

Coffee is a life
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Ancaman Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa di Mata Densus 88 Bukan Terorisme
Densus 88 menyatakan ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tidak memenuhi unsur tindak pidana terorisme. Penanganan kasus dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Ancaman Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa di Mata Densus 88 Bukan Terorisme
Indonesia
Ledakan di MAN 3 Padang, Polisi Amankan Siswa Berinisial R dan Sejumlah Barang Bukti
Ledakan diduga bom rakitan terjadi di MAN 3 Padang, Sumatera Barat. Densus 88 menyebut pelaku merupakan siswa berinisial R (17).
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 Juli 2026
Ledakan di MAN 3 Padang, Polisi Amankan Siswa Berinisial R dan Sejumlah Barang Bukti
Indonesia
Teror Bom di SDN Srengseng Sawah Hoaks, Pelaku Terancam Pidana Terorisme
Penyidik kini menelusuri nomor telepon yang digunakan untuk mengirim pesan WhatsApp serta memeriksa rekaman CCTV di sekitar sekolah.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Teror Bom di SDN Srengseng Sawah Hoaks, Pelaku Terancam Pidana Terorisme
Indonesia
SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Dapat Teror Bom, Polda Metro Jaya Minta Warga Tidak Termakan Hoaks
Warga agar tidak turut menyebarkan informasi yang belum dapat diverifikasi kebenarannya guna mencegah timbulnya keresahan di ruang publik.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 Juli 2026
SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Dapat Teror Bom, Polda Metro Jaya Minta Warga Tidak Termakan Hoaks
Indonesia
Densus 88 Lacak Nomor Pengirim Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel
Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan terpaksa harus dihentikan, karena adanya ancaman bom.
Frengky Aruan - Senin, 13 Juli 2026
Densus 88 Lacak Nomor Pengirim Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel
Indonesia
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Pendekatan terhadap anak yang terpapar persoalan di ruang digital mengedepankan perlindungan, rehabilitasi, dan pendampingan.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Ancaman Serius Generasi Muda, Densus 88 Ungkap 70 Anak di 19 Provinsi Terpapar Konten Kekerasan Ekstrem
Densus 88 mengungkapkan, sebanyak 70 anak di 19 provinsi terpapar konten kekerasan ekstrem.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
Ancaman Serius Generasi Muda, Densus 88 Ungkap 70 Anak di 19 Provinsi Terpapar Konten Kekerasan Ekstrem
Indonesia
Temuan Densus 88, Anak-Anak yang Marah saat Dilarang Main Ponsel Terindikasi Terpapar Paham Terorisme
Ada komunitas digital yang berkembang secara masif di media sosial dan berpotensi mendorong kekerasan ekstrem, khususnya pada anak-anak.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
Temuan Densus 88, Anak-Anak yang Marah saat Dilarang Main Ponsel Terindikasi Terpapar Paham Terorisme
Indonesia
Pertahankan Zero Attack, Densus 88 AT Polri Tangkap 51 Teroris Sepanjang 2025
Jumlah penangkapan tersangka terorisme tahun ini lebih rendah jika dibandingkan dengan 2023, yakni sebanyak 147 orang dan pada 2024 sebesar 55 orang.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Desember 2025
Pertahankan Zero Attack, Densus 88 AT Polri Tangkap 51 Teroris Sepanjang 2025
Bagikan