Dengan Semangat Tinggi, Pemuda Ini  Lestarikan Gambang Kromong Warisan Ayahnya Maulana tengah memainkan alat musik tehyan di rumahnya Jalan Maliki IV, Depok, Jawa Barat. (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

Alunan gesekan alat-alat musik Tionghoa seperti sukong, tehyan dengan gamelan terdengar merdu di Jalan Maliki IV, Depok, Jawa Barat. Sautan suara sinden dengan logat Betawi alias ngibing pun sayub-sayub, beriringan dengan irama musik yang dimainkan.

Begitulah keseharian Maulana bin Saman Piih (22) bersama kawan-kawannya. Meski di usianya yang masih muda, mereka tidak canggung memainkan alat musik tradisional yang sudah mulau banyak ditinggalkan oleh masyarakat.

Saat merahputih.com mendatangi tempat yang hampir setiap hari menjadi kegiatan anak-anak muda ini bermain musik gambang kromong, Kamis (2/3), dengan mengenakan kaos putuh dan celana pendek, Maulana bin Saman Piih ini tengah asyik memainkan tehyan. Jemarinya sangat fasih dan piawai memegang senal, alat musik yang mirip seperti biola itu.

Maulana tengah asyik memainkan alat musik tehyan di rumahnya Jalan Maliki IV, Depok, Jawa Barat. (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

“Saya mulai ikut berkecimpung di sini sejak kecil. Ini adalah grup warisan almarhum Babeh yang harus saya teruskan,” kata Maulana bin Saman Piih, yang juga sebagai pimpinan grup gambang kromong Cahaya Subur.

Semenjak kepergian ayahnya tujuh tahun lalu, Maulana menuturkan bahwa grup kesenian tersebut bak ayam kehilangan induknya. Bahkan, grup gambang kromong Cahaya Subur yang sudah dibangun berkat kerja keras ayahnya itupun "mati suri", karena para pemain lamanya pada bubar.

Maulana bin Saman Piih selaku pimpinan grup gambang kromong Cahaya Subur. (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

Melihat kondisi demikian Maulana mengaku selalu teringat akan semangat ayahnya dalam mengenalkan kesenian Betawi itu. “Akhirnya, saya melanjutkan kembali grup ini dengan kawan-kawan saya. Boleh dibilang, saya lahir dari panggung. Saya harus menghidupkan kembali kesenian gambang kromong,” tuturnya.

Untuk tetap melestarikan kesenian warisan itu, Maulana pun mengajak teman-teman sebayanya untuk melestarikan kesenian tradisional warisan ayahnya tersebut. “Saya menerima siapa saja yang mau gabung. Namun, mereka harus memiliki niat baik untuk tetap melestarikan kesenian lokal ini,” tuturnya.

Dengan didukung oleh beberapa rekannya, Maulana mengku, sampai saat ini grup gambang kromong Cahaya Subur semakin dikenal. Berbagai tawaran untuk mengisi acara kesenian pun mulai mengalir, meskipun ia bersama teman-temannya hanya manggung dari kampung ke kampung.



Noer Ardiansjah

YOU MAY ALSO LIKE