MerahPutih Nasional- Hingga kini proses identifikasi terhadap korban maskapai AirAsia QZ8501 terus dilakukan.
Kapolri Jenderal Sutarman mengaku optimis, pihaknya akan merampungkan proses identifikasi atas korban maskapai tujuan Surabaya-Singapura. Sikap optimis dipicu lantaran tim Disaster Victim Identification (DVI) dilengkapi dengan 260 tenaga dokter ahli dan bantuan negara asing.
"Data ante-mortem sudah ditemukan. Saya yakinkan tidak ada alasan untuk tidak teridentifikasi. Jadi saya meyakinkan itu bisa diidentifikasi semuanya,” kata Kapolri Jenderal (Pol) Sutarman seperti dilansir dari ri.co.id, di RS Bhayangkara Surabaya, Senin (5/1/).
Mantan Kabareskrim menambahkan, Tim membutuhkan waktu lama untuk proses identifikasi, apabila nantinya ada jenazah yang sudah menjadi tulang belulang.
"Yang sudah tidak ada sidik jari mungkin akan diproses kerangkanya, namun memerlukan waktu. Tetapi, Tim DVI kita memiliki kemampuan. Untuk proses identifikasi diperlukan sampel gigi, dan kita sudah menemukan sampel pada saat gigi diperbaiki. Yang paling terakhir adalah DNA tulang, itu namun membutuhkan waktu," tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan tim SAR gabungan masih terus mencari korban maskapai AirAsia QZ8501. Bukan hanya korban jiwa yang dicari, serpihan bangkai pesawat juga masih terus dicari. (BHD)