BNPT: ISIS Tidak Akan Kehabisan Dana
BNPT diskusi bincang santai BNPT di Resto Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Kamis (19/3). (Foto: MerahPutih/Hurri Rauf)
MerahPutih Nasional - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperkirakan, kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) tidak akan pernah kehabisan dana.
"Pendanaan banyak sumbernya," kata juru bicara BNPT, Irfan Idris, di Cikini, Jakarta, Kamis (19/3). (Baca Juga: Main Game Bisa Jadi Anggota ISIS?)
Sumber pendanaan ISIS yang berada di Indonesia tidak hanya bersumber dari luar negeri. Menurut BNPT, anggota ISIS di Indonesia secara sukarela memberikan dananya kepada calon gerilyawan yang akan berperang di Irak dan Syria.
Irfan menilai, pemberian dana tersebut karena adanya faktor usia. Karena usianya yang sudah tua, menyumbang dana merupakan satu-satunya langkah berjihad. (Baca Juga: BNPT Usul Pemerintah Keluarkan Perppu Cegah ISIS)
"Karena ada semangat yang dimiliki, ini satu-satunya cara untuk mendirikan daulah Islamiyah. Mereka rela keluarkan miliaran Rupiah," kata Idris.
Di luar negeri banyak sumber pandanaan ISIS. Mulai dari pertukaran tawanan, sumbangan pengusaha di negeri penghasil minyak, seperti Arab Saudi, Qatar dan Kuwait, hingga bisnis minyak. "Apalagi di situ lahan minyak. Jadi tidak kehabisan dana," pungkasnya. (mad)
Bagikan
Fredy Wansyah
Berita Terkait
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
BNPT Sampaikan Rilis Akhir Tahun dan Perkembangan Tren Terorisme Indonesia 2025
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
12 Orang Meninggal Akibat Penembakan di Pantai Bondi Australia
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Polisi Dalami Pola Perekrutan Anak di Game Online Buat Aksi Terorisme