Bicara tentang Nasib Anak di Dunia, David Beckham Menahan Tangis

Adinda NurrizkiAdinda Nurrizki - Minggu, 27 September 2015
Bicara tentang Nasib Anak di Dunia, David Beckham Menahan Tangis

Selebritas David Beckham saat berpidato di pertemuan Unicef. (Youtube Daily Mail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Hollywood - David Beckham tampak emosional ketika ia menceritakan kisah seorang gadis yang meninggal saat Topan Haiyan menyerang Filipina pada tahun 2013.

Beckham yang saat itu sedang mengunjungi lokasi bencana mengatakan bahwa ada seorang ayah yang memegang dua anak perempuannya. Ia terlempar ke atap rumah ketika gelombang menyerangnya.

Beberapa jam pria tersebut sadar, ia hanya menemukan salah satu anaknya di tangannya. Namun tak lama kemudian anak tersebut meninggal. Berikut yang dikisahkan Beckham sambil menahan tangis.

Saat itu Beckham berbicara di New York pada pertemuan PBB. Beckham yang menjadi duta UNICEF pada 10 tahun terakhir ini mengatakan bahwa ia merasa miris dengan nasib anak di dunia saat ini.

"Ini menghancurkan hati saya melihat anak-anak dan orang muda di seluruh dunia menghadapi penderitaan setiap hari," ujar ayah empat anak dari perkawinannya dengan penyanyi Spice Girls, Victoria Beckham. 

Mantan bintang pesepak bola ini megatakan bahwa ia juga sangat simpati terhadap krisis pengungsi yang berdampak pada anak-anak.

"Ketika anda melihat sebuah foto Aylan Kurdi di luar sana baru-baru ini, mereka pengungsi tapi mereka juga manusia, ada pada mereka anak-anak. Dan sebagai orangtua, anda merasakan tekanan dan berapa banyak kerusakan yang terjadi di sekitar anak-anak ini," urai Beckham seperti dilansir The Independent (25/9).

 

 

BACA JUGA:

  1. Lagi, Mayat Bayi Pengungsi Ditemukan Terdampar di Pantai Turki
  2. Kepedulian Berguzar Korel Pada Pengungsi Suriah
  3. Ungkapan Cinta David Beckham untuk Putri Kecilnya
  4. David Beckham Kecam Kasus Suap FIFA

 

#Pengungsi #Anak #David Beckham
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Sebelumnya tersangka juga berniat menjual anak pertamanya R p15 juta. Tetapi batal dan saat ini bayi telah berusia sekitar satu tahun
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Indonesia
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
BNPB mengungkap penyebab 94 orang meninggal dunia di pengungsian gempa NTT. Mayoritas merupakan kelompok rentan.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Berita Foto
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Sejumlah anak mengikuti pertandingan padel dalam ajang Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 di Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Indonesia
9.668 Kasus ISPA Muncul Usai Gempa NTT, Kemenkes Ungkap Kondisi Warga di Pengungsian
Kemenkes mencatat 9.668 kasus ISPA pada warga terdampak gempa NTT sejak 15-26 Agustus 2026. Lebih dari 185 ribu warga masih berada di pengungsian.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
9.668 Kasus ISPA Muncul Usai Gempa NTT, Kemenkes Ungkap Kondisi Warga di Pengungsian
Indonesia
ISPA Hingga Gastritis Serang Pengungsi Gempa Nagekeo NTT, Ratusan Orang Dirawat
Ratusan pengungsi gempa Nagekeo, NTT, mengalami ISPA, gastritis, flu, dan batuk. Hingga 24 Agustus, 400 warga dirawat di Posko Kesehatan Darurat.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 Agustus 2026
ISPA Hingga Gastritis Serang Pengungsi Gempa Nagekeo NTT, Ratusan Orang Dirawat
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Indonesia
Gibran Kunjungi SD Inpres Wairklau, Cek Kondisi Pengungsi dan Anak-anak Terdampak Bencana
Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Sikka, yang difungsikan sebagai posko pengungsian dan memastikan kondisi anak-anak aman.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 20 Agustus 2026
Gibran Kunjungi SD Inpres Wairklau, Cek Kondisi Pengungsi dan Anak-anak Terdampak Bencana
Foto Essay
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Gio dan Hamzah berlatih tinju dengan alat seadanya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 19 Agustus 2026
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Bagikan