Berita Hoax Merebak, Masyarakat Diminta Gunakan Akal Sehat Sikapi Informasi di Medsos Maman Imanulhaq (Foto: Twitter/@kang_maman72)

Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Maman Imanulhaq menilai berita hoax di media sosial adalah masalah serius. Maman mengajak masyarakat menggunakan akal sehat dalam memilih dan memilah info yang menyebar di media sosial.

"Masyarakat harus menggunakan akal sehat dalam memilih dan memilah info yang menyebar di media sosial. Rasionalitas dan nurani yang bersih menghindari penyebaran berita hoax yang berisi hasutan kebencian terhadap suatu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA)," ucap Maman dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (17/1).

Di samping itu, masyarakat agar meningkatkan kapasitas dan komitmen bersama seluruh elemen bangsa untuk melawan kelompok radikal. Karena medsos yang mereka gunakan betul-betul telah menghinakan akal sehat dan membahyaakan nilai kebangsaan dan nilai kemanusiaan.

Maman mengajak masyarakat untuk menyebarluaskan berita positif maupun tulisan kritis terkait isu terkini. Menurut Maman, orang baik yang diam akan dikalahkan oleh radikalisme di media sosial.

Masyarakat diharapkan memutus hubungan di media sosial dengan orang yang gemar menyebar kebencian. “Jangan ragu untuk memblok jika kita tidak suka berdebat orang-orang yang seperti itu," tukas Kiai Maman.

Maman menyadari, penyebar berita hoax memiliki pandangan bahwa jika kebohongan dilakukan dengan masif, lama-kelamaan akan dianggap sebagai fakta. Untuk itu, Maman mengimbau masyarakat untuk ikut membantu dalam menyebarkan klarifikasi atas berita hoax tersebut.

Masyarakat dianjurkan turut menyebarkan tulisan yang bernilai positif dan benar lewat pesan berantai sehingga kabar tersebut tidak hanya dapat dibaca di media sosial. Selain itu, Maman menilai grup bincang-bincang juga perlu dibuat oleh teman-teman yang punya pemikiran yang sama. Grup tersebut bisa digunakan untuk berdiskusi dan mengecek isu yang tengah viral.

Masyarakat jangan diam jika mendapati berita fitnah lewat media sosial. Masyarakat dapat melaporkan akun provokatif secara massal kepada aparat berwenang.

“Mari kita jadikan tahun 2017 sebagai tahun perlawanan orang-orang baik yang tadinya diam. Karena media sosial adalah medan pertempuran dan diam sudah bukan pilihan," pungkas anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB ini.



Luhung Sapto

YOU MAY ALSO LIKE