Berbagai Tradisi Unik Saat Natal di Indonesia Ilustrasi Perayaan Natal (Foto: Instagram/franjbmarques)

MerahPutih Indonesia – Sebentar lagi seluruh umat nasrani akan merayakan Natal pada 25 Desember. Natal dirayakan pada setiap tahunnya untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember dan kebaktian pagi pada tanggal 25 Desember keesokan harinya.

Dalam tradisi barat, peringatan Natal juga mengandung aspek non-agamawi. Beberapa tradisi Natal yang berasal dari Barat antara lain adalah pohon Natal, kartu Natal, bertukar hadiah antara teman dan anggota keluarga serta kisah tentang Santa Klaus atau Sinterklas.

Tapi tahukah Anda, di Indonesia juga terdapat berbagai macam tradisi yang selalu dilakukan saat natal tiba. Berikut ini 3 daerah di Indonesia dengan berbagai tradisi unik saat merayakan natal.

Penjor di Bali

Pemeluk agama Kristen di Bali biasa merayakan Natal dengan pakaian khas daerah mereka, seperti kebaya, selendang, dan kain kamen. Warna yang biasa digunakan adalah hitam putih. Pada saat perayaan Natal, kompleks gereja dihias dengan batang bambu yang dihiasi janur, sebuah ornamen khas Bali yang disebut Penjor.

Rabo-Rabo di Jakarta

Di Jakarta terdapat sebuah Kampung bernama Tugu yang dikenal sebagai tempat komunitas warga keturunan Portugis bermukim. Di Kampung Tugu ada tradisi unik dalam merayakan Natal, yakni setelah kebaktian para warga berziarah ke kuburan yang terletak di samping gereja. Kemudian mereka menjalankan tradisi ‘Rabo-Rabo’, yaitu bermain musik keroncong dan menari bersama sambil berkeliling kampung untuk mengunjungi sanak keluarga. Setiap penghuni rumah yang habis dikunjungi wajib mengikuti rombongan pemain keroncong sampai ke rumah terakhir.

Pada puncak perayaan terdapat dalam tradisi ‘mandi-mandi’. Warga berkumpul di rumah sanak familinya, lalu mereka dengan serunya saling mencoret-coret muka satu sama lain dengan bedak putih sebagai simbol membersihkan kesalahan dimasa lalu menjelang tahun baru.

Wayang kulit di Yogyakarta

Di Yogyakarta, perayaan Natal penuh dengan nuansa budaya. Biasanya pendeta memimpin ibadah dengan memakai baju beskap dan blangkon, memakai bahasa Jawa halus, lengkap dengan pertunjukan wayang kulit bertema “Kelahiran Kristus”. Di sana juga ada tradisi saling mengunjungi pada tanggal 25 Desember, seperti Lebaran. Tidak jarang anak-anak juga mendapat angpau pada saat silaturahmi ke rumah-rumah warga dan saudara ketika perayaan Natal.

Ingin tahu berita jelang Natal dan Tahun Baru:

  1. Uniknya Pohon Natal Terbuat dari Botol Air Mineral Bekas
  2. Wisatawan Diprediksi Macetkan Kota Yogyakarta pada Libur Natal-Tahun Baru 2017
  3. Natal dan Tahun Baru, CFD Solo Ditiadakan Dua Pekan
  4. Libur Natal-Tahun Baru, Penumpang Angkutan Umum ke Yogyakarta Naik 2%
  5. MMS Banten Bersiap Hadapi Arus 164 Ribu Kendaraan di Libur Natal dan Tahun Baru


Selvi Purwanti

YOU MAY ALSO LIKE