Bareskrim Bakal Punya Gedung Baru Senilai Rp600 Miliar Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (MP/Angga Yudha Pratama)

Kapolri Jenderal Tito Karnavian melakukan groundbreaking pembangunan gedung baru Bareskrim Polri. Gedung 17 lantai ini direncakan rampung pada akhir 2018.

Hadir dalam groundbreaking itu seluruh pejabat utama Mabes Polri seperti Wakapolri Komjen Syafruddin, Kabareskrim Polri Komjen Ari Don Sukamto, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan, dan Mantan Kabareskrim yang saat ini menjabat sebagai Kepala BNN, Komjen Budi Waseso.

Dalam sambutannya, Tito menilai perlu adanya pembangunan gedung baru mengingat gedung lama Bareskrim sudah tak layak digunakan.

"Karena waktu itu gedungnya sudah sangat tidak layak lagi untuk sekelas Bareskrim, yang merupakan FBI-nya Indonesia, tapi gedungnya memprihatinkan," kata Tito di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (20/4).

Kapolri mengaku sudah tak sabar mengenai peresmian gedung baru Bareskrim pada 2018. Pasalnya, tahun ini Polri juga memiliki gedung baru yang tak kalah canggih. Gedung itu berada di Polda Metro Jaya yang tak selesai-selesai pengerjaannya dari tahun 2004.

"Bukan hanya Bareskrim. Ini nanti akan serempak, kita punya gedung yang membanggakan, satu gedung Bareskrim selesai dan tahun ini gedung Polda Metro Jaya selesai," kata Tito.

Sekadar informasi, Gedung Bareskrim Baru yang siap digunakan 2018 mendatang ini akan memiliki 17 lantai ke atas dan 3 lantai ke bawah.

Gedung itu akan berdiri diatas tanah seluas 65.637 meter persegi dan bersebelahan langsung dengan Gedung Utama Mabes Polri. Nantinya, Gedung Bareskrim dan Gedung Utama akan terhubung langsung.

Gedung Bareskrim Baru ini digarap oleh oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Wijaya Karya.

Gedung ini menelan anggaran sebesar Rp656.950.000. Dana itu diambil dari 3 tahun anggaran yaitu anggaran tahun 2016, 2017, dan 2018. Tahun 2016 sebesar Rp 11.771.000.000, tahun 2017 Rp 286.686.000.000 dan tahun 2018 sebesar Rp 348.348.205.000. (Ayp)

Baca berita terkait Bareskrim lainnya di: Bareskrim Garap Perkara 'Wifi Kafir' Ahok



Noer Ardiansjah

YOU MAY ALSO LIKE