Atasi Tawuran, Djarot: Pemuda Harus Kerja Djarot Saiful Hidayat saat deklarasi dukungan Relawan Agus-Sylvi (MP/Fadhli)

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menjelaskan maraknya tawuran di Jakarta belakangan ini merupakan dampak dari banyaknya pemuda yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

Menurut Djarot, untuk mengatasi hal itu pemuda harus bekerja dan diberdayakan. Pemuda tidak boleh berdiam diri dan bermalas-malasan.

Pemerintah dalam hal ini juga ikut bertanggungjawab terhadap kondisi itu. Kedepan, Kami akan lebih fokus untuk mengurangi masalah sosial tersebut.

"Kita akan adakan pelatihan dengan perusahaan besar. Dilatih dan langsung bekerja. Tapi tidak asal-asalan kerja. Dilatih dulu biar meraka punya keterampilan," ujar Djarot saat menghadiri Deklarasi Dukungan Relawan Agus-Sylvi untuk Ahok-Djarot, di Tebet Barat VIII, Jakarta Pusat, Sabtu (11/3).

Selain itu, pemuda yang pintar, lulusan perguruan tinggi disediakan tempat kumpul kreatif (TKK).

Djarot manambahkan, asalkan pemuda tidak berpangku tangan dan diam, sebetulnya mereka bisa mendapat pekerjaan.

"Asalkan mau bekerja, bisa. Indonesia ini kaya. Asalkan, tidak makan doang kerja kuat (Mandor Kawat)," tandasnya.

Disamping itu, persoalan pemuda harus menjadi tanggungjawab keluarga dan lingkungan. Keluarga harus menjadi panutan dan bimbingan.

Dan terakhir, untuk mengatasi keributan dan tawuran, kedepan pemerintah akan bangun sarana olah raga.

"Sarana olah raga juga akan dibangun, 24 jam. Biar pemuda pada olah raga, tidak berantem mulu," tuntasnya.

Kredit : fadhli


Eddy Flo

YOU MAY ALSO LIKE