Aroma Pizza Lebih Menggoda, Ini Senjata Andalan yang Dipakai Sederet Pemilik Kafe Kitchen 5to12 Cafe, Bandung. (MP/Rina Garmina)

Pizza yang dipanggang menggunakan oven tungku berbahan bakar kayu menghasilkan aroma yang lebih harum dan menggoda orang untuk segera menyantapnya. MP Friends mungkin bertanya-tanya, bagaimana itu bisa terjadi?

Proses pembakaran pizza dengan tungku kayu terkesan tradisional, tapi aromanya lebih autentik. “Memasak pizza lebih alami dan wangi serta harum bila dibakar dengan kayu bakar, bukan dengan gas,” terang Cucu Ruhendan, penanggung jawab bagian Kitchen 5to12 Cafe, Bandung, Jawa Barat.

Menurut Cucu, kayu yang bagus untuk dipakai memanggang adalah kayu dari pohon nangka dan kayu kopi. Namun, kayu dari pohon kopi ini cukup sulit diperoleh. Sehingga, kayu yang digunakan bisa kayu apa saja, termasuk kayu pohon karet.

Ia menjelaskan pula, pemanggangan pizza menggunakan oven tungku membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Proses pemanasan pada oven tungku didukung oleh batu bata yang tahan panas dan semen impor tahan panas. Fungsi kedua material itu ialah menghindari retakan atau terjadinya belah-belah pada dinding atau dasar tungku.

Pembakaran pizza di 5to12 Cafe. (MP/Rina Garmina)
Pembakaran pizza di 5to12 Cafe. (MP/Rina Garmina)

Semen yang digunakan biasanya tahan terhadap temperatur hingga 1.000 derajat. Di Kota Bandung, ada sejumlah kafe yang memakai oven tungku berbahan bakar kayu ini untuk mempertahankan aroma tradisional pizza. Sebut saja 5to12 dan Koffie Tijd. Kalau ingin mencicipi pizza beraroma tradisional yang wanginya khas, MP Friends bisa datang ke sana.

Resep lontong Cap Go Meh ala Surabaya ini berdasarkan laporan dari Rina Garmina, kontributor merahputih.com untuk wilayah Bandung dan sekitarnya. Baca juga artikel dari Rina Garmina lainnya: Resep Lontong Cap Go Meh ala Surabaya



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH