Ardina Rasti: Jajal DJ, Tetap Eksplorasi Akting Ardina Rasti berbagi kisahnya pada merahputih.com (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Wajah Ardina Rasti, perempuan cantik kelahiran Jakarta 1986 ini pasti tidak asing kita lihat di layar kaca. Memainkan puluhan judul FTV dan beberapa film layar lebar, perempuan yang akrab disapa Rasti ini sekarang menekuni dunia DJ (disc jockey). Ditemui saat akan tampil di Clique Kitchen and Bar, Gading Serpong, Tangerang, Rasti berbagi kisahnya seputar kariernya, termasuk dunia DJ.

Apa kesibukan Rasti sekarang?

Karena baru banget mulai jadi DJ di Desember tahun lalu, sekarang sedang berusaha menaikkan jam terbang supaya jadi DJ yang baik. Mau rilis single baru juga sebagai DJ. Kolaborasi sama DJ Riri juga dan RROB (Riri Mestica & Electrooby). Kemungkinan abis Lebaran gitu. Single-nya judulnya 'Take It Easy', dan kepikiran kalau buat lagu bahasa inggris. Maunya yang mudah dicerna dan enggak cinta-cintaan banget. Jadi buat lagunya tentang apa pun bisa di-take it easy, jangan menyalahkan diri sendiri. Semoga sih diterima dengan baik, dan aku tunggu kritik dari semua yang dengar.

Kenapa memilih DJ?

Dari dulu sebenernya passion aku di dunia musik itu, jadi pencipta lagu. Dulu banget, 2007, aku pernah ngeluarin album. Dari dulu sudah tertarik di dunia DJ dan mau keluarin album. Dulu udah pernah keluar album, tapi kan pop banget. Dan dengan image aku yang dulu, lagunya pop. Super fun. Menurut orang tuh belajar DJ nggak cocok. Bertahun-tahun kemudian aku lihat female DJ lagi berkembang, dan nggak selalu acara club. Bisa pensi (pentas seni), bisa acara nikahan, gathering. Jadi menurut aku lingkupnya lebih kerja, momen untuk memperdalam dunia musik lewat EDM (electronic dance music).

Penampilan Ardina Rasti pada Jumat (19/5) malam di Clique Kitchen and Bar, Gading Serpong, Tangerang. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Bagaimana dengan anggapan orang bahwa DJ itu pekerjaan 'dunia malam'?

Awalnya aku pikir orang akan pikir seperti itu. Tapi sekarang tiap orang nanya, ‘lu jadi DJ ya?'. Enak banget, seru banget, sekarang bisa kan arisan pake DJ’. Jadi tadinya aku pikir segmennya anak muda saja, tapi enggak juga. Ibu-ibu juga sekarang lebih baik panggil DJ daripada organ tunggal. Dari kemaren aku pikir gathering-gathering seperti pencinta mobil hanya butuh band, ternyata ada DJ di siang hari. Jadi kayaknya, ini menarik.

Apa yang masih ingin dieksplorasi, dan ingin dikenal sebagai DJ Ardina Rasti yang seperti apa?

Awalnya (belajar DJ) kan nanya-nanya ke teman, akhirnya pengen serius baru belajar di Spinach (salah satu sekolah DJ). Masih banyak sih (yang ingin dieksplorasi). Aku orangnya nggak pernah bisa puas sama diri sendiri. Pasti ada saja. Dalam bentuk apapun. Entah shooting, layar lebar, nyanyi, nyiptain lagu. Aku tuh selalu pengkritik terbesar soal diriku sendiri.

Seni itu paling nggak bisa diklasifikasikan, dikotak-kotakkan. DJ dikasih lagu persis pun hasilnya beda, begitu juga nyanyi dan acting. Itu kenapa aku cinta dunia seni, se-'amburadul' apa pun di Indonesia. Cuma menurut aku itu unik, nggak dikotak-kotakkan dan bisa berkembang sesuai diri sendiri, nggak sesuai ekspektasi orang dengan ada. Harus ada target A B C. Kita lingkupnya tidak terhingga. Yang membatasi kita itu diri kita sendiri. Kalau ditanya aku pengen seperti apa, aku pengen jadi DJ terbaik versi aku, yang bisa aku kasih ke pendengar aku, hanya sebatas itu.

Diminta memilih antara akting atau DJ, Rasti mengaku tidak bisa menentukan. Karena keduanya merupakan sayap kiri dan sayap kanan buatnya, dan sulit memilih salah satu. Acting menurutnya merupakan seni menikmati kehidupan orang lain, dan DJ adalah saat menjadi diri sendiri. Kritik pun merupakan satu hal yang ia tunggu, asal itu membangun dan bukan asal berkomentar pedas. Ia mengaku santai saja, dan "take it easy".

Baca juga berita selebriti tanah air: "Buka Mata Hati", Single Religi Perdana Lesti Andryani.



Irene Gianov

LAINNYA DARI MERAH PUTIH