Apa yang Terjadi jika Anda Berhenti Berolahraga? Kira-kira apa yang terjadi pada tubuh kita kalau berhenti berolahraga? (Foto: sentralfitnes.com)

Olahraga bentuk apa pun—berlari, angkat beban, senam—punya banyak manfaat positif bagi tubuh jika dilakukan secara rutin dan benar. Misalnya saja mengurangi stres, menjaga bentuk tubuh, sampai meningkatkan kinerja otak. Tapi, bagaimana jika kita berhenti dari rutinitas berolahraga?

Break berolahraga sejenak tidak masalah, contohnya karena jenuh atau sekadar ingin leyeh-leyeh tanpa melakukan apa pun. Meskipun begitu, jangan terlalu lama berhenti dari rutinitas berolahraga, ya Sahabat Merah Putih.

Jangan berhenti terlalu lama dari rutinitas berolahraga (Foto: Stocksy)

Seperti yang mindbodygreen.com tulis, setelah sepuluh hari tanpa olahraga, pria dan perempuan dewasa telah mengurangi aliran darah ke hipokampus, bagian otak yang membentuk memori dan emosi. Bagian ini tentu penting. Jadi, terbayang kan bila aliran darah ke otak kurang?

Kemudian, setelah dua minggu tanpa olahraga, menaiki tangga pun akan terasa lebih sulit dari sebelumnya, karena tubuh kehilangan kebugarannya dengan cepat. Memang masih cukup kuat, tapi akan lebih cepat merasakan lelah.

Dalam dua bulan break dari olahraga, kesehatan metabolisme akan menurun, lemak tubuh akan meningkat, otot akan hilang, serta hormon kekebalan insulin akan berkembang, sehingga gula darah pun meningkat.

Setelah tiga bulan, lebih dari 20% kebugaran kardiovaskular, yang berhubungan dengan jantung, akan hilang. Bagaimana pun, jika Anda tetap berolahraga ringan dalam seminggu, penurunannya bisa berkurang menjadi 5% saja.

Idealnya, Anda membutuhkan olahraga lima kali seminggu, makan makanan bergizi, serta tidur delapan jam setiap hari. Sayangnya, kebutuhan ideal itu terkadang sulit dilakukan. Karena itu, olahraga paling tidak 20 menit setiap hari sudah cukup untuk membuat kita lebih fit. Jadi, jangan 'cuti' terlalu lama ya!


Tags Artikel Ini

Irene Gianov

YOU MAY ALSO LIKE