Antisipasi Banjir, Depok Benahi Setu

Adinda NurrizkiAdinda Nurrizki - Rabu, 07 Januari 2015
Antisipasi Banjir, Depok Benahi Setu

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional- Hujan deras yang terus menerus di Kota Depok dikhawatirkan menyebabkan terjadinya banjir. Untuk mengantisipasi hal tersebut Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) terus melakukan normalisasi setu. Dengan kembalinya fungsi setu secara maksimal, diharapkan nantinya dapat menampung air dan menjadi solusi pengendali banjir.

Kepala BMSDA, Yulistiani Mochtar mengatakan, bahwa saat ini Setu Pengarengan di jalan Juanda dan Setu Tipar di Mekarsari menjadi dua setu yang telah dilakukan pengerukan untuk normalisasi. Kedua setu ini dikeruk dengan menggunakan alat berat Excavator.

“Kami menggunakan pengerukan menggunakan alat berat, untuk Setu Pengarengan kami menggunakan Excavator milik Pemkot Depok, sementara di Setu Tipar dibersihkan juga dengan alat berat oleh pihak ketiga,” ujarnya seperti yang dikutip dari depok.go.id.

Air dari Setu Pengarengan memang mengalir ke dua sungai yaitu Kali Laya serta Kali Jantung. Akibat tidak dapat menampung aliran air, tanggul Kali Laya pernah jebol pada awal tahun lalu dan menyebabkan banjir. Sementara itu normalisasi Setu Tipar dilakukan karena Mekarsari merupakan salah satu titik yang rawan banjir di Depok setiap musim hujan tiba.

Ditempat yang berbeda, Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok ini juga mengatakan, bahwa pihaknya sedang melakukan penanganan longsor dengan menggunakan bronjong di RT 01/ RW 11 Perumahan Mutiara Cinere Grogol.

“Penanganan dilakukan dengan membuat turapan sementara dengan bronjong sepanjang 15 dan tinggi 10 meter,” jelasnya. (AKU)

#Penanggulangan Banjir #Banjir
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Para korban yang kehilangan semuanya dan sedang berupaya mencari tempat di Kathmandu juga tak dapat menemukan fasilitas publik yang layak untuk melakukan ritual.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Dunia
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Banjir melanda kawasan Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch, yang berada di bagian dalam taman nasional yang terpencil
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Indonesia
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Kamis, yang menggambarkan situasi tersebut sebagai "katastropik".
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Indonesia
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan selesai pada 2028. Progresnya kini sudah mencapai 25 persen.
Soffi Amira - Kamis, 13 Agustus 2026
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Dunia
Banjir Terjang Texas, Sedikitnya 1 Orang Tewas
Banjir terjadi di daerah yang sama yang menelan lebih dari 130 korban jiwa akibat banjir bandang pada musim panas 2025.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Banjir Terjang Texas,  Sedikitnya 1 Orang Tewas
Dunia
Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Ribuan orang kehilangan tempat tinggal setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda berbagai wilayah di negara tersebut, termasuk ibu kota Dhaka.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
 Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Indonesia
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Penertiban tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Indonesia
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Dalam beberapa tahun belakangan karena perubahan iklim, curah hujan yang terjadi cenderung tinggi dan ekstrem yaitu 150-250 mm.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Berita Foto
Baru Diguyur Hujan Sebentar, Jalan Metro Pondok Indah Langsung Tergenang hingga 50 Cm
Sejumlah kendaraan sepeda motor melawan arah saat banjir setinggi 50 CM mengenangai jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 26 Mei 2026
Baru Diguyur Hujan Sebentar, Jalan Metro Pondok Indah Langsung Tergenang hingga 50 Cm
Indonesia
Gubernur Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa, Kurangi Banjir 20 Persen di Jakarta Selatan
Kedua embung tersebut berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, konservasi air, sekaligus ruang publik bagi warga.
Dwi Astarini - Selasa, 19 Mei 2026
 Gubernur Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa, Kurangi Banjir 20 Persen di Jakarta Selatan
Bagikan