Angga Sasongko: Pembajakan Satu Film Pendapatan Berkurang Rp 4 Milyar APROFI saat konferensi pers (Merahputih.com / Muchammad Yani)

Pembajakan film bukanlah hal yang asing lagi di Indonesia. Karena hampir setiap tahun pembajakan film ini menjadi masalah yang terus menerus terjadi di dunia perfilman. Apalagi dengan berkembangnya dunia internet, pembajakan tak lagi hanya berbentuk fisik melainkan juga digital.

Sutradara ternama, Angga Dwimas Sasongko mengatakan kerugian yang dihasilkan ketika ada satu film yang dibajak sangatlah besar. Mengambil data dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), kerugian bisa mencapai Rp 4 miliar untuk satu film.

"Contohnya kayak tadi data dari Bekraf yang mengatakan kalau ada satu film yang dibajak ada potensi pendapatan berkurang sebesar 4 miliar. Itukan lumayan sekali. Kalau satu film pendapatnya cuma 6 atau tujuh, lebih setengahnya rugi," ucap Angga di Lounge Cinema XXI Kota Kasablanka, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (14/3).

Mencoba mengatasi hal tersebut, Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) selama tiga bulan terakhir telah melakukan investigasi ke pusat-pusat perbelanjaan di kota-kota besar. Hasilnya 32 dari 100 mall di Jakarta, 3 dari 10 mall di Bogor, 4 dari 8 mall di Jogja, 4 dari 4 mall di Makasar, 13 dari 14 mall di Surabaya masih menjual DVD bajakan.

"Kami menempuh jalur hukum sebagaimana yang telah diatur dalam pasal 113 dan pasal 114 UU Hak Cipta. Pasal 114 mengatur sanksi pidana bagi pengelola pusat perbelanjaan," kata Fauzan Zidni, Ketua Umum APROFI.

Selain itu APROFI bersama Motion Pictures Association (MPA) dan Bekraf telah melaporkan 176 website kepada KemenkumHAM dan telah diblokir oleh Kemenkominfo pada tanggal 13 Januari lalu.

"Kita harus memberikan kesempatan kepada situs-situs legal untuk tumbuh secara bisnis karena bagi peluang distribusi baru bagi kami selaku produser," lanjutnya.



Muchammad Yani

YOU MAY ALSO LIKE