Akulturasi Budaya Arab yang Menjadi Bagian dari Kearifan Lokal Gaya komunikasi orang Arab yang suka 'basa-basi' - www.duniatimteng.com

Masuknya warga Arab di Indonesia berawal sekitar seribu tahun yang lalu ketika terjadi perpecahan besar antara umat Islam dan menyebabkan khalifah keempat Ali bin Abi Thalib terbunuh. Kemudian keturunannya melakukan hijrah (perpindahan) besar-besaran ke berbagai penjuru dunia. Dalam penyebarannya mereka membawa misi berdagang dan menyebarkan agama Islam, dan salah satu negara yang menjadi tujuan mereka adalah Indonesia.

Hingga saat ini, warga keturunan Arab masih banyak tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan, budaya yang mereka bawa pun sudah terakulturasi (tercampur), dan ikut memperkaya budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Tidak hanya dari tatanan hidup, tapi juga seni, kuliner serta carai berpakaian. Yang semua itu dipengaruhi oleh unsur ajaran agama Islam yang mereka bawa.

Beberapa budaya akulturasi Arab keturunan yang saat bisa kita jumpai di Indonesia, di antaranya;

1. Musik Zafin atau Zapin

Zapin, tarian dan musik asal Arab - www.utusan.com

Zapin berasal dari bahasa arab yaitu "Zafn" yang mempunyai arti pergerakan kaki cepat mengikut rentak pukulan. Zapin ini merupakan tarian khas Melayu yang juga populer di Indonesia dan mendapat pengaruh dari Arab. Tarian ini sifatnya edukatif dan menghibur. Tarian ini bisanya digunakan sebagai media dakwah melalui syair lagu-lagu zapin yang didendangkan.

Musik pengiring tarian ini terdiri atas dua alat yang utama yaitu alat musik petik gambus dan tiga buah alat musik tabuh gendang kecil yang disebut marwas. Sebelum tahun 1960, zapin hanya ditarikan oleh penari laki-laki, namun kini sudah biasa ditarikan oleh penari perempuan, bahkan penari campuran laki-laki dengan perempuan. Tari Zapin sendiri gerakan tariannya sangat beragam, walaupun gerak dasar zapin-nya sama.

2. Gambus

Gambus yang wujudnya mirip gitar - www.malahayati.com

Di Nusantara, gambus datang bersama syiar Islam dari Semenanjung Arab. Penggunaan alat musik ini terus berkembang dalam kebudayaan Melayu hingga saat ini. Gambus dapat ditemukan dalam kesenian-kesenian tradisional di berbagai daerah di Sumatera. Beberapa daerah yang diketahui menggunakan alat musik gambus di Indonesia yaitu Aceh, Deli, Belitung, dan Lampung.

Gambus adalah alat musik tradisional yang umum ditemukan dalam masyarakat Melayu. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik seperti kecapi atau gitar. Bagian badan gambus berbentuk seperti labu yang dibelah dua dengan tiga hingga 12 senar. Susunan senarnya ada yang berupa senar tunggal dan ada pula yang memiliki senar ganda. Alat musik gambus juga digunakan sebagai pengiring hiburan khas di berbagai daerah.

3. Gamis dan Sorban

Wanita berpakaian gamis - www.oursurprisingworld.com
Baju gamis, atau Abaya tradisional, berbentuk jubah hitam polos ini dikenakan perempuan Muslim untuk menutup pakaian biasa mereka. Gamis ini bisa dianggap sebagai bentuk tradisional dari gaun yang biasa dipakai ke pesta. Baju gamis ini mencakup seluruh tubuh dengan pengecualian wajah, kaki, dan tangan.

Sementara itu, sorban atau turban, merupakan salah satu jenis pakaian yang dikenakan di kepala dan biasanya berupa kain yang digelung atau diikat di kepala, pastinya Kalian pernah lihat kan?

4. Gaya Bahasa

Gaya komunikasi orang Arab yang suka 'basa-basi' - www.duniatimteng.com

Seperti kita orang Indonesia, gaya komunikasi orang Arab berbeda dengan budaya orang-orang Barat yang umumnya berbicara langsung dan lugas. Orang Arab suka 'basi-basi', misalnya bila seorang bertemu temannya, mereka akan menanyakan kabar, keluarga, bisnis dan lainnya.

Ketika bertemu dengan kawan akrab (sesama jenis) orang Arab terbiasa saling merangkul seraya mencium pipi. Budaya ini juga banyak dipraktekkan oleh para pejabat, artis, dan masyarakat Indonesia umumnya.

Tradisi Arab lainnya yang diadopsi dan berkembang pula di Indonesia yaitu sangat menghormati dan memuliakan tamu. Mereka menganggap dengan hadirnya tamu di rumah kita berarti keberkahan dan keberuntungan menyertai mereka.

Nah dari semuanya itu, budaya mana yang sering Kalian temui?



Irene Gianov

YOU MAY ALSO LIKE