Aceh Berdzikir Kenang Bencana Tsunami 2004

Rendy NugrohoRendy Nugroho - Selasa, 23 Desember 2014
Aceh Berdzikir Kenang Bencana Tsunami 2004

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Tragedi gempa bumi dan tsunami di Aceh yang terjadi hampir 10 tahun lalu menjadi pelajaran berharga dan penting bagi generasi mendatang. Gempa bumi dengan kekuatan 9,1 skala richter pada 26 Desember 2004 lalu bukan hanya merenggut korban jiwa dan harta benda semata. Bencana tersebut telah menimbulkan luka mendalam dan hingga kini terus membekas dalam ingatan para korban.

Namun demikian, kematian saudara dan sanak famili serta harta benda yang hilang bukan untuk ditangisi. Secara perlahan namun pasti Aceh mulai bangkit, kembali menata harapan dan impian warganya. Proses pembangunan dan rehabilitasi atas gedung sekolah, fasilitas umum rusak sudah mulai diperbaiki. Kini Aceh mulai tersenyum kembali.

Berbagai acara seremonial untuk mengenang acara tersebut dilakukan. Salah satunya adalah dzikir dan doa bersama. Dilansir dari situs www.tsunamiaceh.id. Pelaksanaan Doa dan dzikir bersama akan dilakukan pada Kamis, 25 Desember 2014, bertempat di Masjid Raya Baiturrahman dengan jumlah peserta 5.000 orang. Adapun pengisi tausiyah dan pemimpin doa Ustadz Syech Ali Jaber.

Dzikir akbar tersebut diikuti jamaah dari berbagai belahan penjuru dunia, diantaranya dari Burnei Darussalam, Thailand, India, Pakistan, Syiria, Mesir, Libya dan Yaman. Momentum 10 tahun Tsunami Aceh juga dilaksanakan berbarengan dengan Haul Sultan Iskandar Muda ke 378 tahun.

Rangkaian berbagai kegiatan yang digagas oleh sejumlah mejelis zikir di Aceh bekerjasama dengan Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Pemerintah Aceh akan dimulai sejak 23 hingga 28 Desember mendatang.

Sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan antaralain, ziarah makam-makam tsunami di Banda Aceh pada 24 Desember, zikir di Masjid Raya pada 25 Desember, upacara peringatan 10 tahun tsunami di Blangpadang pada 26 Desember, upacara adat dan Haul Sultan Iskandar Muda di komplek Makam Sultan Iskandar Muda pada 27 Desember, dan malam kesenian Asean Bershalawat di Blang Pada pada 27 Desember. (MP/BHD)

#Tsunami #Peringatan Tsunami #Peringatan Tsunami 2014
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BMKG Cabut Peringatan Tsunami Setelah Gempa NTT
BMKG mencabut peringatan dini tsunami akibat gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang dimutakhirkan menjadi M 7,0 di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pagi.
Frengky Aruan - Sabtu, 15 Agustus 2026
BMKG Cabut Peringatan Tsunami Setelah Gempa NTT
Indonesia
Tsunami ‘Kecil’ Terjadi di Sejumlah Wilayah Menyusul Gempa M 7,7 NTT
Di Sikka dan Labuan Bajo, NTT, gelombang tsunami masing-masing setinggi 0,19 meter dan 0,36 meter.
Frengky Aruan - Sabtu, 15 Agustus 2026
Tsunami ‘Kecil’ Terjadi di Sejumlah Wilayah Menyusul Gempa M 7,7 NTT
Indonesia
Peringatan Tsunami di NTT, Gempa M7,7 Guncang Nagekeo hingga Dirasakan di Flores
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang sekitar 30 kilometer laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pukul 05.58 WITA.
Frengky Aruan - Sabtu, 15 Agustus 2026
Peringatan Tsunami di NTT, Gempa M7,7 Guncang Nagekeo hingga Dirasakan di Flores
Dunia
Gempa M 7,1 Kumamoto Jepang Picu Peringatan Tsunami, Listrik 48 Ribu Rumah Padam
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, memicu peringatan tsunami dan menyebabkan pemadaman listrik di 48 ribu rumah.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 Juli 2026
Gempa M 7,1 Kumamoto Jepang Picu Peringatan Tsunami, Listrik 48 Ribu Rumah Padam
Indonesia
Gempa Susulan Terus Guncang Kepulauan Sangihe, BMKG Catat 15 Kali dalam Semalam
Gempa susulan masih mengguncang Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. BMKG mencatat ada 15 kali gempa susulan sejak Senin (8/6).
Soffi Amira - Selasa, 09 Juni 2026
Gempa Susulan Terus Guncang Kepulauan Sangihe, BMKG Catat 15 Kali dalam Semalam
Indonesia
Peringatan Tsunami di Sangihe Dicabut, Kepala BMKG : Tak ada lagi Kenaikan Muka Air Laut
Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat pesisir.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Peringatan Tsunami di Sangihe Dicabut, Kepala BMKG : Tak ada lagi Kenaikan Muka Air Laut
Indonesia
Gempa M 7.7 Sangihe, BNPB Catat Adanya Sejumlah Tsunami ‘Kecil’
Berdasarkan hasil evaluasi alat pemantau muka air laut, gelombang tsunami minor telah terdeteksi di beberapa stasiun pemantau pantai.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Gempa M 7.7 Sangihe, BNPB Catat Adanya Sejumlah Tsunami ‘Kecil’
Indonesia
BMKG Catat Tsunami Gelombang Pertama Gempa M 7,7 di 3 Lokasi, Tingginya Belasan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi gelombang tsunami pertama pascagempa tektonik magnitudo 7,7 di Laut Sulawesi, Senin (8/6) pagi, telah tiba.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
BMKG Catat Tsunami Gelombang Pertama Gempa M 7,7 di 3 Lokasi, Tingginya Belasan
Indonesia
Warga Kepulauan Sangihe Mulai Mengungsi Imbas Peringatan Tsunami Gempa M 7,7
Gempa 7,7 SR di Pantai Selatan Mindanao, Filipina, memicu kepanikan warga Kepulauan Sangihe.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
Warga Kepulauan Sangihe Mulai Mengungsi Imbas Peringatan Tsunami Gempa M 7,7
Indonesia
Gempa M 7,7 Mindanao-Filipina Picu Peringatan Tsunami, Subduksi Lempeng Biang Keladinya
Gempa 7,7 SR mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6) memicu peringatan tsunami. BMKG menyebut gempa akibat subduksi lempeng dengan potensi tsunami di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
Gempa M 7,7 Mindanao-Filipina Picu Peringatan Tsunami, Subduksi Lempeng Biang Keladinya
Bagikan