Acara "Sedulur Air" Hadirkan 46 Karya Pelukis Tiga Generasi Pengunjung sedang menikmati karya Seni Lukis Tiga Generasi Padangtegal (Foto Antara)

Sebanyak 46 karya dari 26 perupa tiga generasi dipamerkan pada Pameran Seni Lukis Tiga Generasi Padangtegal di Bentara Budaya Bali. Pameran ini juga menjadi bagian dari rangkaian acara "Sedulur Air". Acara ini digelar hingga 21 Maret 2017.

Melihat makna katanya, 'sedulur' berarti saudara, jadi kata 'sedulur air' sendiri mengisyaratkan persaudaraan, atau persahabatan dengan air. Melalui karya seni yang dipamerkan ini, seniman-seniman tersebut merespon segala hal yang berhubungan dengan tema air, baik secara simbolis, filosofis, maupun cerminan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Bali merupakan wilayah pengusung budaya yang memuliakan air, di mana air yang mengalir dianggap sebagai karunia yang menumbuhkan, menyuburkan, sekaligus menyucikan seisi semesta.

"Penghormatan terhadap air yang menghidupi manusia dan makhluk lainnya diuji oleh arut perubahan yang membutuhkan sikap konkrit atas upaya-upaya pelestariannya," jelas Juwitta K. Lasut, staf Bentara Budaya Bali.

Selain Pameran Seni Lukis, rangkaian program "Sedulur Air" juga menyajikan Pementasan "Seni Jantur Panji Udan" oleh Agus Bima Prayitna; Timbang Pandang "Air Dalam Kata dan Rupa". Juga ada workshop bersama Romo V. Kirjito mengenai "Komunitas Air Langit" dan dialog Bali Tempo Doeloe #16 "Air: Harmoni Bumi dan Diri" yang menayangkan pula film dokumenter Bali 1928.

Selain itu akan ada pertunjukkan bertajuk "Kampanye Calon Gubernur Air" oleh Cok Sawitri, yang menggunakan seni visual dan instalasi oleh Adrian Tan yang merujuk pada "Perayaan Perempuan dan Air". Terakhir, ada pula tarian "Sesapi Ngundang Ujan" hasil karya koreografer Ida Ayu Arya Satyani yang turut 'meramaikan' acara di Bentara Budaya Bali ini.


Tags Artikel Ini

Irene Gianov

LAINNYA DARI MERAH PUTIH